Senin, 28 Agustus 2023

Ulangan Harian XI IPA-IPS

 



Petunjuk Mengerjakan

  1. Mulailah dengan berdoa.
  2. Kerjakan dengan jujur.
  3. Kerjakan semua soal dengan benar

Link Soal:

Ulangan Harian 1 Kolonialisme dan Imperealisme Eropa

Minggu, 27 Agustus 2023

Ulangan Harian XII IPA



Petunjuk Mengerjakan

  1. Mulailah dengan berdoa.
  2. Kerjakan dengan jujur.
  3. Kerjakan semua soal dengan benar

Link Soal:

Ulangan Harian 1 Ancaman Menghadapi Disintegasi Bangsa

Kedatangan Bangsa Eropa ke Indonesia

 

Kedatangan Belanda di Banten



1.Latar Belakang Kedatangan Bangsa Barat Ke Indonesia

Ø Dominasi Gereja Katholik Eropa Terhadap Aspek Kehidupan

Pada rentang waktu akhir abad ke-4 sampai dengan awal abad ke-15, Eropa mengalami Zaman Kegelapan (Dark Ages), masa ketika gereja memiliki kekuasaan yang tidak tebatas, tidak hanya dalam urusan keagamaan, tetapi juga dalam sisi kehidupan lainnya seperti, ilmu pengetahuan, urusan kenegaraan dan teori-teori tentang alam. Hal ini membuat masyarakat Eropa patuh akan kebijakan gereja dan tidak ada inisiatif kearah kemajuan. Pada abad ke 15 Eropa memasuki fase baru, yang disebut Renaissance (kelahiran kembali budaya Yunani dan Romawi Kuno), yang kemudian mengilhami munculnya penemuan-penemuan baru.

 

Ø Penemuan-Penemuan Baru pada Masa Renaissance

Abad Renaissance ditandai dengan bermunculan sejumlah ilmuwan dan filsuf yang menentang doktrin gereja terutama tentang ilmu bumi. Beberapa penemuan tersbut adalah seagai berikut : penemuan mesin cetak oleh Johan Gutenberg yang memiliki kelebihan mencetak buku secara cepat dan efisien, penemuan teori heliosentris (matahari sebagai pusat tata surya) oleh Nicolaus Copernicus. Teori heliosentris ini menentang teori lama yang didukung oleh gereja yakni teori geosentris (bumi sebagai pusat tata surya) dan  teori geosentris menyatakan bahwa bumi berbentuk datar. Teori heliosentris ini juga mengatakan bahwa bumi ini bulat seperti bola, sehingga nantinya akan memotivasi para pelaut Eropa untuk melakukan pelayaran dan penjelajahan samaudera untuk membuktikan apakah bumi benar-benar bulat.

 

Ø Jatuhnya Konstantinopel Ke Tangan Turki Utsmani Tahun 1453

Pada tahun 1453, Sultan Muhammad II (Muhammad Al-Fatih) berhasil merebut Konstantinopel dari Kekaisaran Romawi Timur. Bagi bangsa Eropa Konstantinopel adalah pusat perdagangan rempah-rempah di Eropa. Setelah dikuasai Turki Utsmani, bangsa Eropa tidak bebas membeli rempah-rempah di Konstantinopel. Hal ini memicu bangsa Eropa untuk melakukan pelayaran demi mencari tempat penghasil rempah-rempah.

 

Ø Semangat 3G

Semangat 3G yaitu Gold (mencari kekayaan), Glory (mencari kejayaan) dan Gospel (menyebarkan agama Nasrani/Kristen).

 

Ø Penemuan Teknologi

Teknologi tersebut seperti kompas, peta, mesiu, sistem perkapalan, dan ilmu navigasi.

 

2.Penjelajahan Samudera Dan Kedatangan Bangsa Barat Di Indonesia


Ø Bangsa Portugis

· Bartholomeus Diaz

Ia berhasil menyusuri Pantai Barat Afrika dan sampai di Tanjung Harapan (Cafe of A Good Hope) tahun 1486.

· Vasco De Gama

Tahun 1498, ia dan rombongan berhasil mendarat di Kalikut, Goa, India. Dan mendirikan kantor dagang Portugis pertama di Asia.

· Alfonso De Albuquerque

Tahun 1511 ia berhasil menguasai Malaka dan 1512 berhasil sampai di Maluku.

 

Ø Bangsa Spanyol

· Cristoper Colombus

Tahun 1492, Colombus berlayar dengan kapal Nina, Pinta dan Santa Maria. Ia berhasil sampai di benua Amerika.

· Ferdinand Magellhaens

Pada tahun 1521 ia dan rombongan berhasil sampai di Filipina. Namun ia tewas ditangan suku Mactan di Pulau Cebu. Pelayaran kemudian dilanjutkan oleh Sebastian Del Cano dan berhasil sampai di Maluku pada 1522.


Ø Bangsa Belanda

· Barentz

Ia mencoba berlayar ke Asia melalui Kutub Utara. Namun karena terhalang es yang membeku, ia memtuskan pulang. Namun dalam perjalanan ia tewas.

· Cornelis de Houtman

Pada 1595 ia dan rombongan berangkat dari Belanda, tahun 1596 berhasil sampai di Banten. Namun mereka diusir dari Banten karena sikapnya yang sewenang-wenang kepada penduduk.

· Abel Tasman

Tahun 1642 ia berhasil samapai di Pulau Tasmania, sebelah selatan Benua Australia

 

Ø Bangsa Inggris

· Pilgrim Fathers, tahun 1607 berhasil samapi di Amerika Utara.

· James Lancester, tahun 1602 berhasil sampai di Aceh dan Banten.

· Henry Middleton, tahun 1604 berhasil sampai di Maluku.

· William Dampier, tahun 1688 berhasil sampai di Benua Australia.

· James Cook, 1770 berhasil sampai di Selandia Baru dan Australia.

 

3. Hubungan Paham Rasionalisme, Merkantilisme, Revolusi Industri dan Kapitalisme Dengan Kolonialisme Bangsa Eropa

Kolonialisme adalah suatu bentuk penguasaan atau penjajahan yang dilakukan oleh suatu negara terhadap bangsa lain dalam rangka memperluas kekuasaannya. Munculnya paham-paham baru juga menjadi alasan utama berkembangnya kolonialisme  Eropa. Paham-paham tersebut :

a.    Rasionalisme

Adalah suatu paham yang menganggap segala sesuatu itu benar jika sesuai dengan akal pikiran. Hal inilah yang mendorong bangsa Eropa untuk menentang dogma gereja masa itu. Tokohnya adalah Montesque, J.J Rousseau.


b.    Merkantilisme

Merkantilisme dapat diartikan suatu kebijaksanaan politik ekonomi suatu negara dengan mengumpulkan sebanyak-banyaknya kekayaan berupa logam mulia. Ciri-ciri merkantilisme adalah negara adalah satu-satunya penguasa ekonomi dan mendapatkan sebanyak-banyak logam mulia adalah tujuan utama. Hal ini mendorong bangsa Eropa bersaing mencari daerah baru yang kaya dengan logam mulia.


c.    Revolusi Industri

Adalah perubahan dari tenaga manusia dan hewan kepada penggunaan mesin. Terjadi di Inggris karena kekayaan sumberdaya alam danadanya penemuan-penemuan teknologi seperti mesin uap oleh James Watt (1769). Dampak revolusi industri adalah proses produksi yang semakin cepat sehingga barang yang dihasilkan juga semakin banyak. Hal ini akan memaksa inggris untuk mencari daerah pemasaran baru.


d.    Kapitalisme

Adalah sistem ekonomi di mana modal dan alat-alat produksi dikuasai perseorangan. Kapitalisme juga berpengaruh terhadap kolonialisme karena para pemilik modal berusaha mencari daerah baru untuk menanamkan modalnya.

 

4. Perkembangan Kolonialisme Di Indonesia


a. Kolonialisme Bangsa Portugis


Mengingat tujuan utama Portugi adalah menguasai perdagangan rempah-rempah maka pada tahun 1511, Alfonso de Albuqueraue berhasil menguasai Malaka (bandar rempah-rempah di Asia Tenggara). Portugis berhasil sampai di Maluku  pada 1512. Maluku akhirnya dapat dikuasai setelah Portugis berhasil ikut campur dalam perselisihan antara Ternate dan Tidore. Portugis bersekutu dengan Ternate untuk melawan Tidore yang bersekutu dengan Spanyol. Peperangan dimenangkan Portugis-Ternate. Kemenangan itu memberikan keutungan Portugis yaitu diberikannya hak monopoli perdagangan rempah-rempah di Maluku dan Spanyol berhasil diusir dari Maluku. Dalam perdagangan di Maluku Portugis juga menyebarkan agama Kristen Khatolik. Seorang penyebar yang terkenal adalah Fransisikus Xaverius.


b. Kolonialisme Bangsa Spanyol

Pada tahun 1521 Spanyol berhasil mendarat di Maluku. Dikarenakan wilayah Ternate dikuasai oleh Portugis, maka Spanyol memilih Tidore sebagai tempat untuk berlabuh. Mereka disambut dengan baik oleh sultan Tidore yang saat itu sedang membutuhkan bantuan untuk menghadapi Ternate yang dibantu oleh Portugis. Bagi Portugis, kedatangan Spanyol menimbulkan ancaman sebagai pesaing dalam perdagangan rempah-rempah. Oleh karena itu, terjadilah persaingan tidak sehat di antara keduanya yang menjurus pada peperangan. Selain itu, antara Ternate dan Tidore pun sedang terjadi pertentangan. Pertempuran tidak dapat dihindarkan lagi, Spanyol bersama dengan Tidore menyerang Portugis yang bersekutu dengan Ternate. Pertempuran ini berakhir setelah diadakannya Perjanjian Saragosa di Spanyol pada tahun 1592. Untuk selanjutnya, bangsa Spanyol (Ispanya) membuka koloni-koloni mereka di Kepulauan Filipina dengan Manila sebagai pusatnya.


Soal Sumatif

1. Apa penyebab utama bangsa Eropa melakukan penjelajahan samudera pada abad ke-15?

A. Mencari kekayaan, kejayaan, dan menyebarkan agama Kristen

B. Menyebarkan ideologi sosialisme

C. Mencari aliansi politik dengan Asia

D. Menghindari konflik internal di Eropa

E. Memperluas kekuasaan militer

2. Siapa penemu teori heliosentris yang menentang teori geosentris gereja?

A. Isaac Newton

B. Johannes Kepler

C. Nicolaus Copernicus

D. Galileo Galilei

E. Albert Einstein

3. Apa yang menyebabkan bangsa Eropa tidak bisa membeli rempah-rempah dari Konstantinopel setelah tahun 1453?

A. Perang Dunia I

B. Penemuan mesin cetak

C. Jatuhnya Konstantinopel ke tangan Turki Utsmani

D. Penemuan teori heliosentris

E. Penyebaran agama Kristen

4. Apa yang dimaksud dengan semangat 3G dalam konteks penjelajahan bangsa Barat?

A. Gold, Glory, Gospel

B. Gold, Green, Growth

C. Gold, Gain, God

D. Glory, Gold, God

E. Glory, Gain, Gospel

5. Siapa penjelajah Portugis yang berhasil mendirikan kantor dagang Portugis pertama di Asia?

A. Bartholomeus Diaz

B. Vasco de Gama

C. Ferdinand Magellan

D. Cristopher Columbus

E. Cornelis de Houtman

6. Pada tahun berapakah Bartholomeus Diaz berhasil menyusuri Pantai Barat Afrika dan mencapai Tanjung Harapan?

A. 1486

B. 1492

C. 1511

D. 1521

E. 1595

7. Apa tujuan utama dari kebijakan merkantilisme yang diterapkan oleh negara-negara Eropa?

A. Menyebarkan agama Kristen

B. Mengumpulkan logam mulia sebanyak mungkin

C. Mengembangkan teknologi industri

D. Mengurangi ketergantungan terhadap koloni

E. Menjalin aliansi politik dengan negara lain

8. Apa dampak utama dari Revolusi Industri terhadap kebutuhan pasar global?

A. Meningkatnya permintaan untuk barang-barang buatan tangan

B. Penurunan kebutuhan terhadap teknologi baru

C. Percepatan produksi dan kebutuhan akan daerah pemasaran baru

D. Berkurangnya jumlah barang yang diproduksi

E. Penurunan persaingan di pasar global

9. Siapa yang memimpin penjelajahan ke Filipina pada tahun 1521 dan kemudian tewas di tangan suku Mactan?

A. Vasco de Gama

B. Cristopher Columbus

C. Ferdinand Magellan

D. Abel Tasman

E. Cornelis de Houtman

10. Apa hasil dari Perjanjian Saragosa yang diadakan pada tahun 1592?

A. Pengakuan hak monopoli Portugis di Maluku

B. Penghentian persaingan antara Spanyol dan Portugis di Maluku

C. Perjanjian damai antara Inggris dan Belanda

D. Pengakuan Spanyol atas kekuasaan Portugis di Filipina

E. Pembagian kekuasaan antara Spanyol dan Portugis di Asia Tenggara

 


Minggu, 04 Juni 2023

Kota Agung: Alam dan Tinggalan Sejarah

Penulis : Adi Setiawan 

Gunung Tanggamus (google.com)

Salah satu daerah di Lampung yang memiliki keragaman bentang alam adalah Kota Agung. Daerah yang menjadi ibukota dari Kabupaten Tanggamus ini dianugerahi pesona alam yang memukau. Di daerah yang terletak di pesisir Teluk Semaka ini kita dapat menjumpai bentang lautan serta gunung yang saling berhadapan. 

Gunung Tanggamus menjulang gagah di sebelah utara. Di lereng ya mengalir sungai-sungai dengan airnya yang jernih. Di beberapa tempat di lereng Gunung Tanggamus menyajikan suara gemuruh air terjun. Air terjun yang terkenal adalah Air Terjun Way Lalaan, yang terletak di Jalan Lintas Barat Sumatera, tepatnya di Kota Agung Timur. 

Sementara itu bentang laut Kota Agung yang merupakan bagian dari Teluk Semaka menyajikan eloknya alam bahari. Oleh karena itu berplesiran di pesisir Kota Agung juga menjadi hal yang patut dicoba kala berkunjung di sana. Selain itu  Teluk Semaka adalah ladang bagi para nelayan, sebagian masyarakat Kota Agung bermata pencaharian sebagai nelayan. 

Sebagai daerah yang terletak di pesisir,  kuliner yang diolah pun bernuansa bahari. Salah satu kuliner yang khas dari Kota Agung adalah Iwan. Namanya sekilas seperti nama seseorang, namun jika kita tengok kuliner ini bentuk nya mirip dengan bakso. Iwan berbahan dasar ikan laut, seperti ikan marlin. Iwan disajikan dengan kuah panas, yang memiliki cita rasa ikan yang kuat. 

Secara administratif Kabupaten Tanggamus terbagi menjadi beberapa kecamatan, Kota Agung yang menjadi Ibukota Kabupaten terbagi menjadi beberapa pekon/desa dan kelurahan. 

Catatan sejarah membuktikan bahwa pada masa lalu daerah ini memiliki kisah sejarah yang heroik. Nama Batin Mangunang, seorang pejuang Lampung pernah suatu waktu menghadapi penjajahan Belanda di sekitar Gunung Tanggamus. Untuk mengenang itu, nama Batin Mangunang kini disematkan sebagai nama rumah sakit di Tanggamus. 

Dam Way Djelai (Aditya N.)

Sementara itu berbicara mengenai tinggalan sejarah di kota agung masih dapat dijumpai tinggalan sejarah dari zaman kolonial Belanda dan Jepang. 

Tinggalan Belanda di Kota Agung diantaranya adalah dam atau bendung seperti Dam Way Djelai dan Dam Way Maja. Kedua dam itu diperuntukkan sebagai irigasi dan sumber air bersih warga. 

Bunker Jepang Kota Agung (berandadesa.com)

Sedangkan tinggalan dari zaman Pendudukan Jepang, dapat dijumpai bunker di Kota Agung Timur. Besar kemungkinan bunker ini menjadi objek penting kala Perang Dunia ke II. 

Harapannya keberadaan alam dan tinggalan sejarah di Kota Agung ini dapat menjadi wahana edukasi - rekreasi alam dan sejarah. 



Rabu, 29 Maret 2023

Mengenang Insiden Berdarah di Bedeng 42 Batanghari Masa Revolusi Fisik

 Penulis: Adi Setiawan

Makam K.H Abdul Wahab (Dok. Penulis)


Jumat 17 Maret 2023 lalu penulis berkesempatan bertemu dengan Mbah Rasmin. Beliau adalah warga desa Bumi Emas Bedeng 42, Batanghari, Lampung Timur. Laki-laki kelahiran tahun 1924 ini masih begitu sehat. Di saat penulis menyambangi rumahnya, beliau menyambut dengan senyuman nan bersahaja. Walaupun penulis dan Mbah Rasmin belum saling mengenal namun nuansa ramah hadir dalam diri Mbah Rasmin saat itu.

Mbah Rasmin adalah salah seorang kolonis yang masih tersisa di Bedeng 42, menurut penuturan warga  dikatakan beliaulah satu-satunya kolonis yang masih hidup. Niat utama penulis menemui Mbah Rasmi adalah guna mengetahui lebih dalam tentang insiden penembakan oleh macan loreng Belanda kepada pejuang kemerdekaan di Bedeng 42 masa revolusi fisik. Dari info yang penulis dapatkan Mbah Rasmin adalah salah seorang saksi terjadinya insiden tersebut.

Cuaca yang tengah terik saat penulis tiba di rumah Mbah Rasmin, setelah mengenalkan diri penulis kemudian mengutarakan niat di atas. Maka timbulah obrolan sejarah antara kami. Sebelum menjelaskan tentang insiden penembakan, Mbah Rasmin mengajak penulis untuk kembali ke tahun 1942. Beliau masih mengingat betul masa-masa pendudukan oleh Jepang. Mbah Rasmin bercerita bahwasanya Jepang datang dan menguasai Indonesia setelah mengalahkan Belanda.

“Jepang tidak lama menjajah, istilahnya seumur jagung” ungkap Mbah Rasmin`

Beliau melanjutkan “walaupun sebentar penjajahan Jepang sangat buruk saat itu, penduduk kurang makanan.”

Beliau menyampaikan jika masa pendudukan Jepang pernah makan batang pepaya. Mbah Rasmin kemudian bercerita ihwal Jepang kalah karena di bom oleh Sekutu. Lantas setelah Jepang kalah Belanda atau beliau menyebutnya macan loreng kembali datang ingin menguasai Indonesia. Terjadilah perang, termasuk di Batanghari penduduk bersiap untuk perang dengan menyiapkan senjata salah satunya golok.

“macan loreng biasanya mencari laki-laki yang dicurigai sebagai pejuang” jelas Mbah Rasmin.

Mbah Rasmin bercerita jika salah satu orang yang dicari oleh macan loreng adalah Haji Wahab atau K.H Abdul Wahab, seorang tokoh dari Desa Balerejo Bedeng 40, Batanghari. Dalam literatur Revolusi Fisik di Provinsi Lampung nama K.H Abdul Wahab adalah pimpinan Hizbullah Batanghari pada masa revolusi fisik. Posisi inilah yang kemungkinan besar membuat K.H Abdul Wahab menjadi target macan loreng. Karena pada masa revolusi fisik organisasi Hizbullah memiliki peranan dalam membantu peperangan melawan Belanda. Hizbullah yang dikatakan sebagai laskar rakyat bahu membahu bersama tentara mempertahankan kemerdekaan Indonesia secara fisik.

Di Lampung pun, peranan Hizbullah juga nampak. Beberapa pejuang yang tergabung dalam Laskar Hizbullah adalah K.H Ahmad Hanafiah, ulama dari Sukadana dan K.H Gholib, seorang ulama dari Pringsewu. Jika dilihat dari kemunculannya Hizbullah berdiri pada masa pendudukan Jepang yang berawal di pulau Jawa. Dalam perkembangnnya Hizbullah kemudian memiliki cabang-cababg di daerah salah satunya di Lampung. Laskar Hizbullah pun menyebar ke berbagai kawasan, seperti Teluk Betung, Tanjung Karang, Pringsewu, Metro, dan Sukadana. 

Pada masa revolusi fisik tercatat bahwa pertempuran melawan Belanda di daerah Teluk Betung juga dilakukan Laskar Hizbullah. Bahkan Laskar Hizbullah pimpinan K.H Ahmad Hanafiah membantu perjuangan di Kemarung, Sumatera Selatan.

Kembali  dalam obrolan penulis dengan Mbah Rasmin. “waktu itu pak haji (Haji Wahab) hendak ke rumah keluarganya di Sekampung” ungkap Mbah Rasmin.

Pejalanan ke Sekampung dilakukan bersama dengan keluarganya, di Sekampung K.H Abdul Wahab menginap satu malam. Esok harinya K.H Abdul Wahab pulang kembali ke Bedeng 40. Namun naas setiba di Bedeng 42, (saai ini: sekitar pertigaan ringin Bedeng 42) K.H Abdul Wahab berjumpa dengan tentara macan loreng Belanda.

Mbah Rasmin saat itu yang berada di rumahnya tak jauh dari lokasi mendengar bunyi letusan. Setelah diperiksa ternyata K.H Abdul Wahab dan seorang pemuda (calon menantu K.H Abdul Wahab) telah gugur tertembak oleh macan loreng.

Mbah Rasmin, saksi sejarah menunjukan lokasi penembakan (Dok. Penulis)

Raut wajah sedih Mbha Rasmin saat mengisahkan tertambaknya K.H Abdul Wahab. Ia tidak menyangka jika suara letusan itu adalah tembakan terhadap K.H Abdul Wahab dan calon menantunya. Janazahnya lantas dikebumikan di Desa Balerejo Bedeng 40. Bagi masyarakat Balerejo gugurnya K.H Abdul Wahab masih teringat dalam ingatan warga sebagai bagian sejarah kejamnya agresi militer Belanda II. K.H Abdul Wahab adalah pejuang, sebagai tanda kehormatan di atas kuburnya tertancap bendera merah putih.

Gugurnya K.H Abdul Wahab bukan hanya sekedar menjadi cerita zaman revolusi fisik namun dapat memberikan nilai-nilai bagi generasi muda khususnya di Batanghari untuk dapat mencontoh keteladan perjuangan untuk bangsa dan negara. Itulah yang disebut dengan patrioisme dari seoarang anak bangsa kepada negaranya.

 

 

Kamis, 16 Maret 2023

Ipusnas: Solusi Mudah dan Murah Membaca Buku

 Penulis: Adi Setiawan 



Buku adalah jendela dunia, begitulah kalimat bijak terangkai. Buku adalah ikatan ilmu, dalam kalimat lain dituliskan. Dua kalimat itu tentu sarat makna, buku yang di dalam adalah kumpulan tulisan memuat berbagi informasi yang bermanfaat bagi manusia. Buku adalah suatu karya yang terbit melalui berbagai ikhtiar penulisnya. Harapan terbitnya buku adalah memberikan informasi yang bermanfaat kepada pembaca. 

Maka antara menulis dan membaca buku adalah dua hal yng saling terkait. Buku yang terbit akan bermanfaat jika dibaca oleh orang lain. Dahulu para ilmuwan ataupun ulama berusaha mengikat ilmu yang mereka miliki dalam jilid-jilid buku. Buku-buku karya mereka itu hingga kini tetap menjadi referensi ilmu pengetahuan. 

Terbitnya buku juga memberikan gambaran kemajuan suatu bangsa. Apalagi jika buku itu dibaca. Inilah suatu hal yang membahagiakan penulis. 

Membaca buku saat ini dapat dikatakan sangat mudah. Tidak ada alasan bahwa membaca buku harus membeli terlebih dahulu. Masyarakat hari ini telah dimanjakan dengan berbagi fasilitas untuk membaca buku. 

Selain membaca buku dapat dilakukan secara nyata dalam bentuk buku cetak yang tersedia diberbagai perpustakaan. Membaca Buku pun dapat dilakukan melalui media digital. 

Saat ini hampir seluruh masyarakat dunia termasuk Indonesia telah mengenal teknologi digital, salah satunya adalah handphone. Melalui berbagai vitur di dalam handphone dan ketersediaan aplikasi membuat membaca semakin mudah. 

Aplikasi yang menyediakan bahan bacaan secara digital banyak ragamnya. 

Dalam tulisan ini akan mengetengahkan aplikasi penyedia buku digital milik perpustakaan nasional yang disebut dengan Ipusnas. 

Ipusnas dikembangkan untuk melayani masyarakat Indonesia dalam mengakses buku bacaan. Dalam Ipusnas tersedia berbagai genre buku, baik fiksi maupun nonfiksi. 

Untuk mengakses Ipusnas, pembaca perlu menginstal aplikasi Ipusnas terlebih dahulu. Kemudian pembaca melakukan registrasi. Terakhir pembaca dapat melakukan pinjaman buku. 

Aplikasi Ipusnas ini sangat  cocok digunakan oleh semua lapisan, bukan hanya kalangan akademisi namun juga masyarakat luas. 

Sehingga sangat disayangkan jika di dalam handphone yang kita miliki tidak memiliki aplikasi ini. 

Sekali lagi membaca tidak harus dengan membeli buku. Kini membaca dapat dilakukan dengan mudah dan murah.

Resensi Buku: Muhammadiyah Metro dalam Lintasan Sejarah (1939-2022)


Judul: Muhammadiyah Metro dalam Lintasan Sejarah (1939-2022) 

Penulis: Imam Sapi'i, Muhammad Nur,  Sin Hadiyah, Siti Fatonah, Suhendi 

Editor: Mukhtar Hadi 

Desain Cover: Lefran Sasabone 

Tahun Terbit: Januari 2023

Penerbit: Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Metro 

Kota Penerbit: Metro 


Buku Muhammadiyah Metro dalam Lintasan Sejarah (1939-2022) menjadi buku bertema sejarah organisasi sekaligus buku yang mengupas sejarah lokal di Kota Metro. Hadirnya buku ini memberikan warna baru bagi penulisan sejarah lokal di Metro yang memang sedang berkembang pesat. Oleh karena itu buku ini sangat menarik untuk pembaca yang memiliki minat terhadap sejarah lokal Metro. Begitupun akan menjadi pustaka yang penting bagi anggota persyarikatan, khususnya Muhammadiyah daerah Metro. 

Buku yang ditulis oleh anggota Majelis Pustaka dan Informasi PDM Metro ini memberikan pengetahuan menarik ihwal berdirinya Muhammadiyah Metro. Pemaparan dalam buku yang mungkin dapat disebut sebagai "buku putih" sejarah Muhammadiyah Metro ini membuat pembaca membayangkan proses perkembangan Muhammadiyah Metro dari masa kolonial hingga saat ini. 

Muhammadiyah Metro saat ini merupakan salah satu organisasi besar di Kota Metro yang bergerak di bidang pendidikan, kesehatan dan sosial kemasyarakatan. 

Buku yang memiliki ketebalan tidak kurang dari 140 halaman ini terbagi menjadi 6 bab. Bab I mengulas tentang pentingnya sejarah dan metode yang digunakan dalam penelitian yang menjadi dasar penulisan buku ini. Bab II membahas tentang sejarah terbentuknya Metro di zaman kolonisasi Belanda. Dijelaskan bahwa Metro terbentuk tidak terlepas dari program politik etis atau balas budi yang diterapkan oleh pemerintah kolonial pada awal abad 20 di Indonesia. 

Sementara pada Bab III banyak mengulas tentang perkembangan Muhammadiyah Metro mulai dari fase rintisan antara tahun 1939-1954, fase pertumbuhan tahun 1954-2000 dan fase perkembangan tahun 2000-2022. Pada bab ini dijelaskan perubahan yang dialami Muhammadiyah Metro mulai dari ikhtiar persyarikatan pusat mengirimkan kader-kader Muhammadiyah ke Metro hingga berhasil dibentuk berbagai cabang Muhammadiyah di Metro dan sekitarnya. 

Sedangkan pada Bab IV dalam buku ini menginformasikan narasikan gerakan Muhammadiyah Metro yang dekat dengan masyarakat. Muhammadiyah Metro bukan semata sebagai organisasi dakwah Islam melainkan juga memiliki gerakan sosial dalam pendidikan, kesehatan dan ekonomi. 

Kemudian di Bab V, yang juga menambahkan luasnya pembahasan dalam buku ini adalah menerangkan tokoh-tokoh yang memiliki peran penting dalam memajukan organisasi Muhammadiyah Metro. Sementara Bab VI berisi penutup. 

Buku yang ditulis dengan menggunakan pendekatan metodologi penelitian sejarah ini,   menggunakan berbagai sumber primer maupun sekunder seperti arsip, majalah, koran dan buku. 

Sedikit hal yang mungkin digaris bawahi adalah penafsiran terhadap istilah dari bahasa Belanda ke bahasa Indonesia yang musti diperbaiki dalam buku ini.  Termasuk dalam penulisan angka tahun terjadinya peristiwa. 

Namun, sejatinya buku yang telah diperkenalkan pada masyarakat umum ini, tetap  menjadi referensi yang baik dalam menyelami perkembangan persyarikatan Muhammadiyah Metro. Sekali lagi buku ini sekaligus dapat mengisi ruang-ruang sejarah lokal Metro.


(Adi Setiawan)

Sabtu, 04 Maret 2023

Melihat Pasar Templek Trimulyo

 Penulis: Adi Setiawan 

Pasar Templek Trimulyo (Dok. Penulis) 

Suasana riuh nampak terasa Ahad pagi di Pasar Templek Trimulyo, walaupun matahari nampak masih malu memunculkan sinarnya. Aktivitas pasar Ahad pagi ini cukup ramai walaupun pengunjung pasar harus memilah-milih pijakan yang becek karena diguyur hujan sehari kemarin.  

"Duku-duku... Jeruk-jeruk.." Ucap salah seorang pedagang buah. 

"Jamur-jamur... Kangkung-kangkung.. Sahut pedagang sayur di seberang pedagang buah tadi. 

Pasar Templek Trimulyo merupakan sebuah pasar kecil yang ada setiap hari Rabu dan Ahad. Pasar ini terletak di Desa Trimulyo, Kecamatan Sekampung, Kabupaten Lampung Timur. Letak jika diukur dari pusat Kecamatan Sekampung kira-kira berjarak 3 sampai 4 kilometer. 

Pasar Templek Trimulyo persis berada di area Kantor Kepala Desa Trimulyo ini menjadi magnet bagi pedagang untuk meniagakan dagangannya mulai bada subuh hingga berakhir sekitar pukul 08.00. Kegiatan pasar di Pasar Templek Trimulyo memang tidak lama atau berlangsung sehari penuh, inilah ciri khas yang dimiliki oleh pasar templek. 

Pasar Templek Trimulyo menjadi tempat favorit pembeli di sekitar Desa Trimulyo. Mereka berkunjung ke pasar ini guna membeli keperluan rumah tangga seperti sayuran, lauk, dan bumbu masakan. 

Namun walaupun terhitung sebagai pasar kecil, di pasar ini juga diperjualbelikan barang-barang lain seperti jajanan pasar, pakaian hingga berbagai macam makanan kemasan.

Pasar templek jika dikaitkan dengan masyarakat memang menjadi suatu hal yang menyertai perkembangan masyarakat, utamanya di daerah pedesaan. Pasar templek menjadi titik penjualan hasil bumi dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Letaknya pun tidak harus di suatu area yang luas, namun cukup untuk melakukan transaksi. 

Pasar templek umumnya dalam seminggu beroperasi antara 2 sampai 3 kali. Ada yang menyebutkan pasar templek dengan nama-nama hari dalam kalender Jawa, seperti pon, pahing, wage, kliwon. 

Di Kecamatan Sekampung yang merupakan daerah hasil transmigrasi, membuat budaya pasar templek juga ikut berkembang. Pasar templek yang ada di Kecamatan Sekampung seperti di Trimulyo dan Girikarto letaknya berada di sekitar kantor pemerintahan desa. Adapula pasar templek di Sekampung yang berada di sekitar perempatan jalan besar dan lapangan. 

Hal itu menunjukkan bahwa selayaknya pasar pada umumnya, keberadaan pasar templek di Sekampung menempatkan pasar di daerah yang mudah dijangkau oleh masyarakat. 

Keberadaan pasar templek memperlihatkan bahwa nilai-nilai tradisional masih ada di tengah-tengah masyarakat desa, misalnya kebiasaan tawar-menawar.  Terlebih saat ini, dimana arus pasar modern, minimarket dan toko telah cepat berkembang yang juga berpengaruh bagi keberlangsungan pasar-pasar tradisional.

Kisi-kisi PAT dan PHB Sejarah Peminatan & Sejarah Indonesia


SEJARAH PEMINATAN KELAS XII

Pilihan Ganda

1.      Menganalisis terjadinya Perang Vietnam beserta dampak yang ditimbulkan

2.      Menganalisis terjadinya Perang Vietnam beserta dampak yang ditimbulkan

3.      Menganalisis upaya penolakan terhadap politik apartheid di Afrika Selatan

4.      Menganalisis sebab-sebab berakhirnya Uni Soviet

5.      Menganalisis perkembangan hubungan Jerman Barat dan Jerman Timur

6.      Menganalisis sebab-sebab runtuhnya Yugoslavia

7.      Menyebutkan tokoh-tokoh yang berjasa dalam gerakan rakyat (people power) di Filiphina

8.      Menganalisis dampak perpecahan Yugoslavia

9.      Menyebutkan tokoh-tokoh yang terlibat dalam perang Vietnam

10.  Menganalisis perkembangan Perang Teluk III

11.  Menganalisis peran aktif bangsa Indonesia dalam konflik Kamboja dan Vietnam

12.  Menganalisis dampak terjadinya konflik di Tiongkok

13.  Menganalisis perkembangan Perang Korea

14.  Menganalisis penyebab terjadinya krisi misil Kuba

15.  Menganalisis perkembangan Perang Teluk II

Essai

1.      Menganalisis kebijakan yang dikeluarkan oleh Mikhail Gorbachev

2.      Menganalisis perkembangan politik apartheid di Afrika Selatan

3.      Menganalisis dampak bubarnya Uni Soviet bagi dunia internasional

4.      Menganalisis perkembangan Perang Teluk I

5.      Menganalisis dampak yang ditimbulkan dari Perang Vietnam


       SEJARAH INDONESIA KELAS XII

Pilihan Ganda 

1.      Menyebutkan proses mundurnya Suharto dari jabatan presiden

2.      Menjelaskan perubahan-perubahan politik yang dilakukan Presiden B.J Habibie

3.      Menganalisis tuntutan yang ada dalam agenda reformasi

4.      Menganalisis penyebab politis munculnya gelombang menuntut diadakan reformasi

5.      Menganalisis tuntutan yang ada dalam agenda reformasi

6.      Menganalisis pengaruh perubahan global terhadap lepasnya Timor-Timur

7.      Menganalisis kebijakan postif dan negatif yang dilakukan Presiden Abdurahman Wahid/Gus Dur

8.      Menganalisis kebijakan-kebijakan politik pada masa Megawati dan SBY

9.      Menganalisis kebijakan-kebijakan politik pada masa Megawati dan SBY

10.  Menganalisis tahap-tahap perkembangan teknologi di Indonesia

11.  Menganalisis pelaksanaan revolusi hijau di Indonesia

12.  Menjelaskan kebijakan-kebijakan pemerintah orde baru untuk mensuskseskan revolusi hijau

13.  Menganalisis dampak iptek bagi kehidupan manusia

14.  Menganalisis perkembangan politik bebas aktif Indonesia

15.  Menganalisis proses lahirnya Gerakan Non Blok (GNB)

 Essai

1.      Menganalisis perkembangan Indonesia pada masa pemerintahan B.J Habibie

2.      Menganalisis kebijakan-kebijakan politik pada masa Megawati dan SBY

3.      Menjelaskan kebijakan-kebijakan pemerintah orde baru untuk mensuskseskan revolusi hijau

Menganalisis pengaruh KAA dan GNB bagi kehidupan


       SEJARAH INDONESIA KELAS XI

Pilihan Ganda

 1.      Menganalisis proses kedatangan Jepang ke Indonesia.

2.      Menjelaskan proses kekalahan Belanda dari Jepang

3.      Menganalisis pembagian kekuasaan militer dan sipil pada masa pendudukan Jepang

4.      Menganalisis propaganda Jepang terhadap rakyat Indonesia

5.      Menjelaskan organisasi politik bentukan Jepang di Indonesia

6.      Menjelaskan dampak positif dan negatif pendudukan Jepang di Indonesia

7.      Menjelaskan organisasi politik bentukan Jepang di Indonesia

8.      Menyebutkan tokoh-tokoh yang berjuang di zaman Jepang dalam perjuangan bawah tanah, kooperatif dan bersenjata.

9.      Menjelaskan bentuk perlawanan bersenjata pada masa pendudukan Jepang

10.  Menjelaskan bentuk perlawanan bersenjata pada masa pendudukan Jepang

11.  Menganalisis kebijakan Jepang di Indonesia menjelang berakhirnya pendudukan Jepang

12.  Menjelaskan organisasi BPUPKI dan PPKI

13.  Menjelaskan  organisasi politik masa pendudukan Jepang

14.  Menjelaskan dampak pendudukan Jepang di bidang pemerintahan dan sosial-budaya

15.  Menganalisis hasil-hasil sidang BPUPKI              

Essai

1.      Membedakan organisasi-organisasi militer bentukan Jepang

2.      Menganalisis hasil-hasil sidang BPUPKI

3.      Menjelaskan  organisasi politik masa pendudukan Jepang

4.      Menjelaskan bentuk perlawanan bersenjata pada masa pendudukan Jepang

5.      Menganalisis hasil-hasil sidang BPUPKI


 SEJARAH INDONESIA KELAS X

Pilihan Ganda

1.      Menganalisis peralatan dan teknologi yang membantu pelayaran pada masa Hindu-Budha dan Islam

2.      Menganalisis pengaruh angin bagi pelayaran pada masa Hindu-Budha dan Islam

3.      Menganalisis terbentuknya jaringan perdagangan pada masa Hindu-Budha dan Islam

4.      Menganalisis peninggalan benda/bangunan pada masa pra-aksara terutama zaman megalitikum

5.      Menganalisis pengaruh wayang bagi kehidupan masyarakat Indonesia pada masa pra-aksara

6.      Menganalisis pengaruh Hindu-Budha dalam bidang sosial

7.      Menganalisis pengaruh angin darat dan angin laut bagi pelayaran

8.      Menganalisis proses diterimanya Islam di Indonesia

9.      Menganalisis pendapat tokoh mengenai teori masuknya Islam dari Arab

10.  Menganalisis saluran atau media Islamisasi di Indonesia

11.  Menganalisis saluran atau media Islamisasi di Indonesia

12.  Menyebutkan tokoh-tokoh pendukung teori masuknya Hindi-Budha ke Indonesia

13.  Menganalisis dampak adanya budaya Hindu-Budha dari India ke Indonesia

14.  Menjelaskan bukti-bukti pengaruh budaya Hindu-Budha di Indonesia

15.  Menjelaskan proses terbaginya kerajaan Mataram Islam menjadi Surakarta dan Yogyakarta

 

Essai

1.      Menjelaskan terbentuknya jaringan perdagangan dan pelayaran pada masa Hindu-Budha dan Islam

2.      Menjelaskan wujud akulturasi budaya Hindu-Budha dan Nusantara dalam bidang bangunan

3.      Menjelaskan teori-teori masuknya agama Hindu-Budha ke Indonesia

4.      Menjelaskan saluran-saluran Islamisasi di Indonesia

5.      Menjelaskan perkembangan kerajaan Samudra Pasai

Ketakutan terhadap Malaria di Oosthaven

              Malaria memberikan citra buruk bagi Oosthaven. Orang-orang menyadari bahaya yang akan                                         ...

Populer