Petunjuk Mengerjakan
- Mulailah dengan berdoa.
- Kerjakan dengan jujur.
- Kerjakan semua soal dengan benar
Link Soal:
Ulangan Harian 1 Kolonialisme dan Imperealisme Eropa
Petunjuk Mengerjakan
Link Soal:
Ulangan Harian 1 Kolonialisme dan Imperealisme Eropa
Petunjuk Mengerjakan
- Mulailah dengan berdoa.
- Kerjakan dengan jujur.
- Kerjakan semua soal dengan benar
Link Soal:
Ulangan Harian 1 Ancaman Menghadapi Disintegasi Bangsa
1.Latar Belakang Kedatangan Bangsa Barat Ke Indonesia
Ø Dominasi
Gereja Katholik Eropa Terhadap Aspek Kehidupan
Pada rentang waktu akhir abad ke-4 sampai dengan awal abad
ke-15, Eropa mengalami Zaman Kegelapan (Dark Ages), masa ketika
gereja memiliki kekuasaan yang tidak tebatas, tidak hanya dalam urusan
keagamaan, tetapi juga dalam sisi kehidupan lainnya seperti, ilmu pengetahuan,
urusan kenegaraan dan teori-teori tentang alam. Hal ini membuat masyarakat
Eropa patuh akan kebijakan gereja dan tidak ada inisiatif kearah kemajuan. Pada
abad ke 15 Eropa memasuki fase baru, yang disebut Renaissance (kelahiran
kembali budaya Yunani dan Romawi Kuno), yang kemudian mengilhami munculnya
penemuan-penemuan baru.
Ø Penemuan-Penemuan
Baru pada Masa Renaissance
Abad Renaissance ditandai dengan bermunculan sejumlah ilmuwan
dan filsuf yang menentang doktrin gereja terutama tentang ilmu bumi. Beberapa
penemuan tersbut adalah seagai berikut : penemuan mesin cetak oleh Johan
Gutenberg yang memiliki kelebihan mencetak buku secara cepat dan efisien,
penemuan teori heliosentris (matahari sebagai pusat tata
surya) oleh Nicolaus Copernicus. Teori heliosentris ini menentang teori
lama yang didukung oleh gereja yakni teori geosentris (bumi
sebagai pusat tata surya) dan teori geosentris
menyatakan bahwa bumi berbentuk datar. Teori heliosentris ini juga
mengatakan bahwa bumi ini bulat seperti bola, sehingga nantinya akan memotivasi
para pelaut Eropa untuk melakukan pelayaran dan penjelajahan samaudera untuk
membuktikan apakah bumi benar-benar bulat.
Ø Jatuhnya
Konstantinopel Ke Tangan Turki Utsmani Tahun 1453
Pada tahun 1453, Sultan
Muhammad II (Muhammad Al-Fatih) berhasil merebut Konstantinopel dari
Kekaisaran Romawi Timur. Bagi bangsa Eropa Konstantinopel adalah pusat
perdagangan rempah-rempah di Eropa. Setelah dikuasai Turki Utsmani, bangsa
Eropa tidak bebas membeli rempah-rempah di Konstantinopel. Hal ini memicu
bangsa Eropa untuk melakukan pelayaran demi mencari tempat penghasil
rempah-rempah.
Ø Semangat
3G
Semangat 3G yaitu Gold (mencari
kekayaan), Glory (mencari kejayaan) dan Gospel
(menyebarkan agama Nasrani/Kristen).
Ø Penemuan
Teknologi
Teknologi tersebut seperti
kompas, peta, mesiu, sistem perkapalan, dan ilmu navigasi.
2.Penjelajahan Samudera Dan Kedatangan Bangsa Barat
Di Indonesia
Ø Bangsa
Portugis
· Bartholomeus
Diaz
Ia berhasil menyusuri Pantai
Barat Afrika dan sampai di Tanjung Harapan (Cafe of A Good Hope) tahun 1486.
· Vasco
De Gama
Tahun 1498, ia dan rombongan
berhasil mendarat di Kalikut, Goa, India. Dan mendirikan kantor dagang Portugis
pertama di Asia.
· Alfonso
De Albuquerque
Tahun 1511 ia berhasil menguasai
Malaka dan 1512 berhasil sampai di Maluku.
Ø Bangsa
Spanyol
· Cristoper
Colombus
Tahun 1492, Colombus berlayar
dengan kapal Nina, Pinta dan Santa Maria. Ia berhasil sampai di
benua Amerika.
· Ferdinand
Magellhaens
Pada tahun 1521 ia dan rombongan
berhasil sampai di Filipina. Namun ia tewas ditangan suku Mactan di Pulau Cebu.
Pelayaran kemudian dilanjutkan oleh Sebastian Del Cano dan berhasil sampai di
Maluku pada 1522.
Ø Bangsa
Belanda
· Barentz
Ia mencoba berlayar ke Asia
melalui Kutub Utara. Namun karena terhalang es yang membeku, ia memtuskan
pulang. Namun dalam perjalanan ia tewas.
· Cornelis
de Houtman
Pada 1595 ia dan rombongan
berangkat dari Belanda, tahun 1596 berhasil sampai di Banten. Namun mereka
diusir dari Banten karena sikapnya yang sewenang-wenang kepada penduduk.
· Abel
Tasman
Tahun 1642 ia berhasil samapai di
Pulau Tasmania, sebelah selatan Benua Australia
Ø Bangsa
Inggris
· Pilgrim
Fathers,
tahun 1607 berhasil samapi di Amerika Utara.
· James
Lancester,
tahun 1602 berhasil sampai di Aceh dan Banten.
· Henry
Middleton,
tahun 1604 berhasil sampai di Maluku.
· William
Dampier,
tahun 1688 berhasil sampai di Benua Australia.
· James
Cook,
1770 berhasil sampai di Selandia Baru dan Australia.
3. Hubungan Paham Rasionalisme, Merkantilisme,
Revolusi Industri dan Kapitalisme Dengan Kolonialisme Bangsa Eropa
Kolonialisme
adalah suatu bentuk penguasaan atau penjajahan yang dilakukan oleh suatu negara
terhadap bangsa lain dalam rangka memperluas kekuasaannya. Munculnya
paham-paham baru juga menjadi alasan utama berkembangnya kolonialisme Eropa. Paham-paham tersebut :
a.
Rasionalisme
Adalah suatu paham yang
menganggap segala sesuatu itu benar jika sesuai dengan akal pikiran. Hal inilah
yang mendorong bangsa Eropa untuk menentang dogma gereja masa itu. Tokohnya
adalah Montesque, J.J Rousseau.
b.
Merkantilisme
Merkantilisme dapat diartikan
suatu kebijaksanaan politik ekonomi suatu negara dengan mengumpulkan
sebanyak-banyaknya kekayaan berupa logam mulia. Ciri-ciri merkantilisme adalah
negara adalah satu-satunya penguasa ekonomi dan mendapatkan sebanyak-banyak logam
mulia adalah tujuan utama. Hal ini mendorong bangsa Eropa bersaing mencari
daerah baru yang kaya dengan logam mulia.
c.
Revolusi
Industri
Adalah perubahan dari tenaga
manusia dan hewan kepada penggunaan mesin. Terjadi di Inggris karena kekayaan
sumberdaya alam danadanya penemuan-penemuan teknologi seperti mesin uap oleh James
Watt (1769). Dampak revolusi industri adalah proses produksi yang semakin
cepat sehingga barang yang dihasilkan juga semakin banyak. Hal ini akan memaksa
inggris untuk mencari daerah pemasaran baru.
d.
Kapitalisme
Adalah sistem ekonomi di mana
modal dan alat-alat produksi dikuasai perseorangan. Kapitalisme juga
berpengaruh terhadap kolonialisme karena para pemilik modal berusaha mencari
daerah baru untuk menanamkan modalnya.
4. Perkembangan Kolonialisme Di Indonesia
a. Kolonialisme Bangsa Portugis
Mengingat tujuan utama Portugi
adalah menguasai perdagangan rempah-rempah maka pada tahun 1511, Alfonso de
Albuqueraue berhasil menguasai Malaka (bandar rempah-rempah di Asia Tenggara).
Portugis berhasil sampai di Maluku pada
1512. Maluku akhirnya dapat dikuasai setelah Portugis berhasil ikut campur
dalam perselisihan antara Ternate dan Tidore. Portugis bersekutu dengan Ternate
untuk melawan Tidore yang bersekutu dengan Spanyol. Peperangan dimenangkan
Portugis-Ternate. Kemenangan itu memberikan keutungan Portugis yaitu
diberikannya hak monopoli perdagangan rempah-rempah di Maluku dan Spanyol
berhasil diusir dari Maluku. Dalam perdagangan di Maluku Portugis juga
menyebarkan agama Kristen Khatolik. Seorang penyebar yang terkenal adalah
Fransisikus Xaverius.
b. Kolonialisme Bangsa Spanyol
Pada
tahun 1521 Spanyol berhasil mendarat di Maluku. Dikarenakan wilayah Ternate
dikuasai oleh Portugis, maka Spanyol memilih Tidore sebagai tempat untuk
berlabuh. Mereka disambut dengan baik oleh sultan Tidore yang saat itu sedang
membutuhkan bantuan untuk menghadapi Ternate yang dibantu oleh Portugis. Bagi
Portugis, kedatangan Spanyol menimbulkan ancaman sebagai pesaing dalam
perdagangan rempah-rempah. Oleh karena itu, terjadilah persaingan tidak sehat
di antara keduanya yang menjurus pada peperangan. Selain itu, antara Ternate dan
Tidore pun sedang terjadi pertentangan. Pertempuran tidak dapat dihindarkan
lagi, Spanyol bersama dengan Tidore menyerang Portugis yang bersekutu dengan
Ternate. Pertempuran ini berakhir setelah diadakannya Perjanjian Saragosa
di Spanyol pada tahun 1592. Untuk selanjutnya, bangsa Spanyol (Ispanya) membuka
koloni-koloni mereka di Kepulauan Filipina dengan Manila sebagai pusatnya.
Soal Sumatif
1. Apa penyebab utama
bangsa Eropa melakukan penjelajahan samudera pada abad ke-15?
A. Mencari kekayaan,
kejayaan, dan menyebarkan agama Kristen
B. Menyebarkan ideologi
sosialisme
C. Mencari aliansi
politik dengan Asia
D. Menghindari konflik
internal di Eropa
E. Memperluas kekuasaan
militer
2. Siapa penemu teori
heliosentris yang menentang teori geosentris gereja?
A. Isaac Newton
B. Johannes Kepler
C. Nicolaus Copernicus
D. Galileo Galilei
E. Albert Einstein
3. Apa yang menyebabkan
bangsa Eropa tidak bisa membeli rempah-rempah dari Konstantinopel setelah tahun
1453?
A. Perang Dunia I
B. Penemuan mesin cetak
C. Jatuhnya
Konstantinopel ke tangan Turki Utsmani
D. Penemuan teori
heliosentris
E. Penyebaran agama
Kristen
4. Apa yang dimaksud
dengan semangat 3G dalam konteks penjelajahan bangsa Barat?
A. Gold, Glory, Gospel
B. Gold, Green, Growth
C. Gold, Gain, God
D. Glory, Gold, God
E. Glory, Gain, Gospel
5. Siapa penjelajah
Portugis yang berhasil mendirikan kantor dagang Portugis pertama di Asia?
A. Bartholomeus Diaz
B. Vasco de Gama
C. Ferdinand Magellan
D. Cristopher Columbus
E. Cornelis de Houtman
6. Pada tahun berapakah
Bartholomeus Diaz berhasil menyusuri Pantai Barat Afrika dan mencapai Tanjung
Harapan?
A. 1486
B. 1492
C. 1511
D. 1521
E. 1595
7. Apa tujuan utama dari
kebijakan merkantilisme yang diterapkan oleh negara-negara Eropa?
A. Menyebarkan agama
Kristen
B. Mengumpulkan logam
mulia sebanyak mungkin
C. Mengembangkan
teknologi industri
D. Mengurangi
ketergantungan terhadap koloni
E. Menjalin aliansi
politik dengan negara lain
8. Apa dampak utama dari
Revolusi Industri terhadap kebutuhan pasar global?
A. Meningkatnya
permintaan untuk barang-barang buatan tangan
B. Penurunan kebutuhan
terhadap teknologi baru
C. Percepatan produksi
dan kebutuhan akan daerah pemasaran baru
D. Berkurangnya jumlah
barang yang diproduksi
E. Penurunan persaingan
di pasar global
9. Siapa yang memimpin
penjelajahan ke Filipina pada tahun 1521 dan kemudian tewas di tangan suku
Mactan?
A. Vasco de Gama
B. Cristopher Columbus
C. Ferdinand Magellan
D. Abel Tasman
E. Cornelis de Houtman
10. Apa hasil dari
Perjanjian Saragosa yang diadakan pada tahun 1592?
A. Pengakuan hak monopoli
Portugis di Maluku
B. Penghentian persaingan
antara Spanyol dan Portugis di Maluku
C. Perjanjian damai
antara Inggris dan Belanda
D. Pengakuan Spanyol atas
kekuasaan Portugis di Filipina
E. Pembagian kekuasaan
antara Spanyol dan Portugis di Asia Tenggara
Penulis : Adi Setiawan
Salah satu daerah di Lampung yang memiliki keragaman bentang alam adalah Kota Agung. Daerah yang menjadi ibukota dari Kabupaten Tanggamus ini dianugerahi pesona alam yang memukau. Di daerah yang terletak di pesisir Teluk Semaka ini kita dapat menjumpai bentang lautan serta gunung yang saling berhadapan.
Gunung Tanggamus menjulang gagah di sebelah utara. Di lereng ya mengalir sungai-sungai dengan airnya yang jernih. Di beberapa tempat di lereng Gunung Tanggamus menyajikan suara gemuruh air terjun. Air terjun yang terkenal adalah Air Terjun Way Lalaan, yang terletak di Jalan Lintas Barat Sumatera, tepatnya di Kota Agung Timur.
Sementara itu bentang laut Kota Agung yang merupakan bagian dari Teluk Semaka menyajikan eloknya alam bahari. Oleh karena itu berplesiran di pesisir Kota Agung juga menjadi hal yang patut dicoba kala berkunjung di sana. Selain itu Teluk Semaka adalah ladang bagi para nelayan, sebagian masyarakat Kota Agung bermata pencaharian sebagai nelayan.
Sebagai daerah yang terletak di pesisir, kuliner yang diolah pun bernuansa bahari. Salah satu kuliner yang khas dari Kota Agung adalah Iwan. Namanya sekilas seperti nama seseorang, namun jika kita tengok kuliner ini bentuk nya mirip dengan bakso. Iwan berbahan dasar ikan laut, seperti ikan marlin. Iwan disajikan dengan kuah panas, yang memiliki cita rasa ikan yang kuat.
Secara administratif Kabupaten Tanggamus terbagi menjadi beberapa kecamatan, Kota Agung yang menjadi Ibukota Kabupaten terbagi menjadi beberapa pekon/desa dan kelurahan.
Catatan sejarah membuktikan bahwa pada masa lalu daerah ini memiliki kisah sejarah yang heroik. Nama Batin Mangunang, seorang pejuang Lampung pernah suatu waktu menghadapi penjajahan Belanda di sekitar Gunung Tanggamus. Untuk mengenang itu, nama Batin Mangunang kini disematkan sebagai nama rumah sakit di Tanggamus. 
Sementara itu berbicara mengenai tinggalan sejarah di kota agung masih dapat dijumpai tinggalan sejarah dari zaman kolonial Belanda dan Jepang.
Tinggalan Belanda di Kota Agung diantaranya adalah dam atau bendung seperti Dam Way Djelai dan Dam Way Maja. Kedua dam itu diperuntukkan sebagai irigasi dan sumber air bersih warga.
Sedangkan tinggalan dari zaman Pendudukan Jepang, dapat dijumpai bunker di Kota Agung Timur. Besar kemungkinan bunker ini menjadi objek penting kala Perang Dunia ke II.
Harapannya keberadaan alam dan tinggalan sejarah di Kota Agung ini dapat menjadi wahana edukasi - rekreasi alam dan sejarah.
Penulis: Adi Setiawan
Jumat 17 Maret 2023 lalu penulis berkesempatan bertemu dengan Mbah Rasmin. Beliau adalah warga desa Bumi Emas Bedeng 42, Batanghari, Lampung Timur. Laki-laki kelahiran tahun 1924 ini masih begitu sehat. Di saat penulis menyambangi rumahnya, beliau menyambut dengan senyuman nan bersahaja. Walaupun penulis dan Mbah Rasmin belum saling mengenal namun nuansa ramah hadir dalam diri Mbah Rasmin saat itu.
Mbah Rasmin adalah salah seorang kolonis yang masih tersisa di Bedeng 42, menurut penuturan warga dikatakan beliaulah satu-satunya kolonis yang masih hidup. Niat utama penulis menemui Mbah Rasmi adalah guna mengetahui lebih dalam tentang insiden penembakan oleh macan loreng Belanda kepada pejuang kemerdekaan di Bedeng 42 masa revolusi fisik. Dari info yang penulis dapatkan Mbah Rasmin adalah salah seorang saksi terjadinya insiden tersebut.
Cuaca yang tengah terik saat penulis tiba di rumah Mbah Rasmin, setelah mengenalkan diri penulis kemudian mengutarakan niat di atas. Maka timbulah obrolan sejarah antara kami. Sebelum menjelaskan tentang insiden penembakan, Mbah Rasmin mengajak penulis untuk kembali ke tahun 1942. Beliau masih mengingat betul masa-masa pendudukan oleh Jepang. Mbah Rasmin bercerita bahwasanya Jepang datang dan menguasai Indonesia setelah mengalahkan Belanda.
“Jepang tidak lama menjajah, istilahnya seumur jagung” ungkap Mbah Rasmin`
Beliau melanjutkan “walaupun sebentar penjajahan Jepang sangat buruk saat itu, penduduk kurang makanan.”
Beliau menyampaikan jika masa pendudukan Jepang pernah makan batang pepaya. Mbah Rasmin kemudian bercerita ihwal Jepang kalah karena di bom oleh Sekutu. Lantas setelah Jepang kalah Belanda atau beliau menyebutnya macan loreng kembali datang ingin menguasai Indonesia. Terjadilah perang, termasuk di Batanghari penduduk bersiap untuk perang dengan menyiapkan senjata salah satunya golok.
“macan loreng biasanya mencari laki-laki yang dicurigai sebagai pejuang” jelas Mbah Rasmin.
Mbah Rasmin bercerita jika salah satu orang yang dicari oleh macan loreng adalah Haji Wahab atau K.H Abdul Wahab, seorang tokoh dari Desa Balerejo Bedeng 40, Batanghari. Dalam literatur Revolusi Fisik di Provinsi Lampung nama K.H Abdul Wahab adalah pimpinan Hizbullah Batanghari pada masa revolusi fisik. Posisi inilah yang kemungkinan besar membuat K.H Abdul Wahab menjadi target macan loreng. Karena pada masa revolusi fisik organisasi Hizbullah memiliki peranan dalam membantu peperangan melawan Belanda. Hizbullah yang dikatakan sebagai laskar rakyat bahu membahu bersama tentara mempertahankan kemerdekaan Indonesia secara fisik.
Di Lampung pun, peranan Hizbullah juga nampak. Beberapa pejuang yang tergabung dalam Laskar Hizbullah adalah K.H Ahmad Hanafiah, ulama dari Sukadana dan K.H Gholib, seorang ulama dari Pringsewu. Jika dilihat dari kemunculannya Hizbullah berdiri pada masa pendudukan Jepang yang berawal di pulau Jawa. Dalam perkembangnnya Hizbullah kemudian memiliki cabang-cababg di daerah salah satunya di Lampung. Laskar Hizbullah pun menyebar ke berbagai kawasan, seperti Teluk Betung, Tanjung Karang, Pringsewu, Metro, dan Sukadana.
Pada masa revolusi fisik tercatat bahwa pertempuran melawan Belanda di daerah Teluk Betung juga dilakukan Laskar Hizbullah. Bahkan Laskar Hizbullah pimpinan K.H Ahmad Hanafiah membantu perjuangan di Kemarung, Sumatera Selatan.
Kembali dalam obrolan penulis dengan Mbah Rasmin. “waktu itu pak haji (Haji Wahab) hendak ke rumah keluarganya di Sekampung” ungkap Mbah Rasmin.
Pejalanan ke Sekampung dilakukan bersama dengan keluarganya, di Sekampung K.H Abdul Wahab menginap satu malam. Esok harinya K.H Abdul Wahab pulang kembali ke Bedeng 40. Namun naas setiba di Bedeng 42, (saai ini: sekitar pertigaan ringin Bedeng 42) K.H Abdul Wahab berjumpa dengan tentara macan loreng Belanda.
Mbah Rasmin saat itu yang berada di rumahnya tak jauh dari lokasi mendengar bunyi letusan. Setelah diperiksa ternyata K.H Abdul Wahab dan seorang pemuda (calon menantu K.H Abdul Wahab) telah gugur tertembak oleh macan loreng.
Raut wajah sedih Mbha Rasmin saat mengisahkan tertambaknya K.H Abdul Wahab. Ia tidak menyangka jika suara letusan itu adalah tembakan terhadap K.H Abdul Wahab dan calon menantunya. Janazahnya lantas dikebumikan di Desa Balerejo Bedeng 40. Bagi masyarakat Balerejo gugurnya K.H Abdul Wahab masih teringat dalam ingatan warga sebagai bagian sejarah kejamnya agresi militer Belanda II. K.H Abdul Wahab adalah pejuang, sebagai tanda kehormatan di atas kuburnya tertancap bendera merah putih.
Gugurnya K.H Abdul Wahab bukan hanya sekedar menjadi cerita zaman revolusi fisik namun dapat memberikan nilai-nilai bagi generasi muda khususnya di Batanghari untuk dapat mencontoh keteladan perjuangan untuk bangsa dan negara. Itulah yang disebut dengan patrioisme dari seoarang anak bangsa kepada negaranya.
Penulis: Adi Setiawan
Buku adalah jendela dunia, begitulah kalimat bijak terangkai. Buku adalah ikatan ilmu, dalam kalimat lain dituliskan. Dua kalimat itu tentu sarat makna, buku yang di dalam adalah kumpulan tulisan memuat berbagi informasi yang bermanfaat bagi manusia. Buku adalah suatu karya yang terbit melalui berbagai ikhtiar penulisnya. Harapan terbitnya buku adalah memberikan informasi yang bermanfaat kepada pembaca.
Maka antara menulis dan membaca buku adalah dua hal yng saling terkait. Buku yang terbit akan bermanfaat jika dibaca oleh orang lain. Dahulu para ilmuwan ataupun ulama berusaha mengikat ilmu yang mereka miliki dalam jilid-jilid buku. Buku-buku karya mereka itu hingga kini tetap menjadi referensi ilmu pengetahuan.
Terbitnya buku juga memberikan gambaran kemajuan suatu bangsa. Apalagi jika buku itu dibaca. Inilah suatu hal yang membahagiakan penulis.
Membaca buku saat ini dapat dikatakan sangat mudah. Tidak ada alasan bahwa membaca buku harus membeli terlebih dahulu. Masyarakat hari ini telah dimanjakan dengan berbagi fasilitas untuk membaca buku.
Selain membaca buku dapat dilakukan secara nyata dalam bentuk buku cetak yang tersedia diberbagai perpustakaan. Membaca Buku pun dapat dilakukan melalui media digital.
Saat ini hampir seluruh masyarakat dunia termasuk Indonesia telah mengenal teknologi digital, salah satunya adalah handphone. Melalui berbagai vitur di dalam handphone dan ketersediaan aplikasi membuat membaca semakin mudah.
Aplikasi yang menyediakan bahan bacaan secara digital banyak ragamnya.
Dalam tulisan ini akan mengetengahkan aplikasi penyedia buku digital milik perpustakaan nasional yang disebut dengan Ipusnas.
Ipusnas dikembangkan untuk melayani masyarakat Indonesia dalam mengakses buku bacaan. Dalam Ipusnas tersedia berbagai genre buku, baik fiksi maupun nonfiksi.
Untuk mengakses Ipusnas, pembaca perlu menginstal aplikasi Ipusnas terlebih dahulu. Kemudian pembaca melakukan registrasi. Terakhir pembaca dapat melakukan pinjaman buku.
Aplikasi Ipusnas ini sangat cocok digunakan oleh semua lapisan, bukan hanya kalangan akademisi namun juga masyarakat luas.
Sehingga sangat disayangkan jika di dalam handphone yang kita miliki tidak memiliki aplikasi ini.
Sekali lagi membaca tidak harus dengan membeli buku. Kini membaca dapat dilakukan dengan mudah dan murah.
Judul: Muhammadiyah Metro dalam Lintasan Sejarah (1939-2022)
Penulis: Imam Sapi'i, Muhammad Nur, Sin Hadiyah, Siti Fatonah, Suhendi
Editor: Mukhtar Hadi
Desain Cover: Lefran Sasabone
Tahun Terbit: Januari 2023
Penerbit: Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Metro
Kota Penerbit: Metro
Buku Muhammadiyah Metro dalam Lintasan Sejarah (1939-2022) menjadi buku bertema sejarah organisasi sekaligus buku yang mengupas sejarah lokal di Kota Metro. Hadirnya buku ini memberikan warna baru bagi penulisan sejarah lokal di Metro yang memang sedang berkembang pesat. Oleh karena itu buku ini sangat menarik untuk pembaca yang memiliki minat terhadap sejarah lokal Metro. Begitupun akan menjadi pustaka yang penting bagi anggota persyarikatan, khususnya Muhammadiyah daerah Metro.
Buku yang ditulis oleh anggota Majelis Pustaka dan Informasi PDM Metro ini memberikan pengetahuan menarik ihwal berdirinya Muhammadiyah Metro. Pemaparan dalam buku yang mungkin dapat disebut sebagai "buku putih" sejarah Muhammadiyah Metro ini membuat pembaca membayangkan proses perkembangan Muhammadiyah Metro dari masa kolonial hingga saat ini.
Muhammadiyah Metro saat ini merupakan salah satu organisasi besar di Kota Metro yang bergerak di bidang pendidikan, kesehatan dan sosial kemasyarakatan.
Buku yang memiliki ketebalan tidak kurang dari 140 halaman ini terbagi menjadi 6 bab. Bab I mengulas tentang pentingnya sejarah dan metode yang digunakan dalam penelitian yang menjadi dasar penulisan buku ini. Bab II membahas tentang sejarah terbentuknya Metro di zaman kolonisasi Belanda. Dijelaskan bahwa Metro terbentuk tidak terlepas dari program politik etis atau balas budi yang diterapkan oleh pemerintah kolonial pada awal abad 20 di Indonesia.
Sementara pada Bab III banyak mengulas tentang perkembangan Muhammadiyah Metro mulai dari fase rintisan antara tahun 1939-1954, fase pertumbuhan tahun 1954-2000 dan fase perkembangan tahun 2000-2022. Pada bab ini dijelaskan perubahan yang dialami Muhammadiyah Metro mulai dari ikhtiar persyarikatan pusat mengirimkan kader-kader Muhammadiyah ke Metro hingga berhasil dibentuk berbagai cabang Muhammadiyah di Metro dan sekitarnya.
Sedangkan pada Bab IV dalam buku ini menginformasikan narasikan gerakan Muhammadiyah Metro yang dekat dengan masyarakat. Muhammadiyah Metro bukan semata sebagai organisasi dakwah Islam melainkan juga memiliki gerakan sosial dalam pendidikan, kesehatan dan ekonomi.
Kemudian di Bab V, yang juga menambahkan luasnya pembahasan dalam buku ini adalah menerangkan tokoh-tokoh yang memiliki peran penting dalam memajukan organisasi Muhammadiyah Metro. Sementara Bab VI berisi penutup.
Buku yang ditulis dengan menggunakan pendekatan metodologi penelitian sejarah ini, menggunakan berbagai sumber primer maupun sekunder seperti arsip, majalah, koran dan buku.
Sedikit hal yang mungkin digaris bawahi adalah penafsiran terhadap istilah dari bahasa Belanda ke bahasa Indonesia yang musti diperbaiki dalam buku ini. Termasuk dalam penulisan angka tahun terjadinya peristiwa.
Namun, sejatinya buku yang telah diperkenalkan pada masyarakat umum ini, tetap menjadi referensi yang baik dalam menyelami perkembangan persyarikatan Muhammadiyah Metro. Sekali lagi buku ini sekaligus dapat mengisi ruang-ruang sejarah lokal Metro.
(Adi Setiawan)
Penulis: Adi Setiawan
Suasana riuh nampak terasa Ahad pagi di Pasar Templek Trimulyo, walaupun matahari nampak masih malu memunculkan sinarnya. Aktivitas pasar Ahad pagi ini cukup ramai walaupun pengunjung pasar harus memilah-milih pijakan yang becek karena diguyur hujan sehari kemarin.
"Duku-duku... Jeruk-jeruk.." Ucap salah seorang pedagang buah.
"Jamur-jamur... Kangkung-kangkung.. Sahut pedagang sayur di seberang pedagang buah tadi.
Pasar Templek Trimulyo merupakan sebuah pasar kecil yang ada setiap hari Rabu dan Ahad. Pasar ini terletak di Desa Trimulyo, Kecamatan Sekampung, Kabupaten Lampung Timur. Letak jika diukur dari pusat Kecamatan Sekampung kira-kira berjarak 3 sampai 4 kilometer.
Pasar Templek Trimulyo persis berada di area Kantor Kepala Desa Trimulyo ini menjadi magnet bagi pedagang untuk meniagakan dagangannya mulai bada subuh hingga berakhir sekitar pukul 08.00. Kegiatan pasar di Pasar Templek Trimulyo memang tidak lama atau berlangsung sehari penuh, inilah ciri khas yang dimiliki oleh pasar templek.
Pasar Templek Trimulyo menjadi tempat favorit pembeli di sekitar Desa Trimulyo. Mereka berkunjung ke pasar ini guna membeli keperluan rumah tangga seperti sayuran, lauk, dan bumbu masakan.
Namun walaupun terhitung sebagai pasar kecil, di pasar ini juga diperjualbelikan barang-barang lain seperti jajanan pasar, pakaian hingga berbagai macam makanan kemasan.
Pasar templek jika dikaitkan dengan masyarakat memang menjadi suatu hal yang menyertai perkembangan masyarakat, utamanya di daerah pedesaan. Pasar templek menjadi titik penjualan hasil bumi dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Letaknya pun tidak harus di suatu area yang luas, namun cukup untuk melakukan transaksi.
Pasar templek umumnya dalam seminggu beroperasi antara 2 sampai 3 kali. Ada yang menyebutkan pasar templek dengan nama-nama hari dalam kalender Jawa, seperti pon, pahing, wage, kliwon.
Di Kecamatan Sekampung yang merupakan daerah hasil transmigrasi, membuat budaya pasar templek juga ikut berkembang. Pasar templek yang ada di Kecamatan Sekampung seperti di Trimulyo dan Girikarto letaknya berada di sekitar kantor pemerintahan desa. Adapula pasar templek di Sekampung yang berada di sekitar perempatan jalan besar dan lapangan.
Hal itu menunjukkan bahwa selayaknya pasar pada umumnya, keberadaan pasar templek di Sekampung menempatkan pasar di daerah yang mudah dijangkau oleh masyarakat.
Keberadaan pasar templek memperlihatkan bahwa nilai-nilai tradisional masih ada di tengah-tengah masyarakat desa, misalnya kebiasaan tawar-menawar. Terlebih saat ini, dimana arus pasar modern, minimarket dan toko telah cepat berkembang yang juga berpengaruh bagi keberlangsungan pasar-pasar tradisional.
1.
Menganalisis terjadinya Perang
Vietnam beserta dampak yang ditimbulkan
2.
Menganalisis terjadinya Perang
Vietnam beserta dampak yang ditimbulkan
3.
Menganalisis upaya penolakan
terhadap politik apartheid di Afrika Selatan
4.
Menganalisis sebab-sebab berakhirnya
Uni Soviet
5.
Menganalisis perkembangan hubungan
Jerman Barat dan Jerman Timur
6.
Menganalisis sebab-sebab runtuhnya
Yugoslavia
7.
Menyebutkan tokoh-tokoh yang berjasa
dalam gerakan rakyat (people power) di Filiphina
8.
Menganalisis dampak perpecahan
Yugoslavia
9.
Menyebutkan tokoh-tokoh yang
terlibat dalam perang Vietnam
10.
Menganalisis perkembangan Perang
Teluk III
11.
Menganalisis peran aktif bangsa
Indonesia dalam konflik Kamboja dan Vietnam
12.
Menganalisis dampak terjadinya
konflik di Tiongkok
13.
Menganalisis perkembangan Perang
Korea
14.
Menganalisis penyebab terjadinya
krisi misil Kuba
15. Menganalisis
perkembangan Perang Teluk II
Essai
1.
Menganalisis kebijakan yang
dikeluarkan oleh Mikhail Gorbachev
2.
Menganalisis perkembangan politik
apartheid di Afrika Selatan
3.
Menganalisis dampak bubarnya Uni
Soviet bagi dunia internasional
4.
Menganalisis perkembangan Perang
Teluk I
5.
Menganalisis dampak yang ditimbulkan
dari Perang Vietnam
SEJARAH INDONESIA KELAS XII
1.
Menyebutkan proses mundurnya Suharto
dari jabatan presiden
2.
Menjelaskan perubahan-perubahan
politik yang dilakukan Presiden B.J Habibie
3.
Menganalisis tuntutan yang ada dalam
agenda reformasi
4.
Menganalisis penyebab politis
munculnya gelombang menuntut diadakan reformasi
5.
Menganalisis tuntutan yang ada dalam
agenda reformasi
6.
Menganalisis pengaruh perubahan
global terhadap lepasnya Timor-Timur
7.
Menganalisis kebijakan postif dan
negatif yang dilakukan Presiden Abdurahman Wahid/Gus Dur
8.
Menganalisis kebijakan-kebijakan
politik pada masa Megawati dan SBY
9.
Menganalisis kebijakan-kebijakan
politik pada masa Megawati dan SBY
10.
Menganalisis tahap-tahap
perkembangan teknologi di Indonesia
11.
Menganalisis pelaksanaan revolusi
hijau di Indonesia
12.
Menjelaskan kebijakan-kebijakan
pemerintah orde baru untuk mensuskseskan revolusi hijau
13.
Menganalisis dampak iptek bagi
kehidupan manusia
14.
Menganalisis perkembangan politik
bebas aktif Indonesia
15. Menganalisis
proses lahirnya Gerakan Non Blok (GNB)
Essai
1.
Menganalisis perkembangan Indonesia
pada masa pemerintahan B.J Habibie
2.
Menganalisis kebijakan-kebijakan
politik pada masa Megawati dan SBY
3.
Menjelaskan kebijakan-kebijakan
pemerintah orde baru untuk mensuskseskan revolusi hijau
Menganalisis pengaruh KAA dan GNB bagi kehidupan
SEJARAH INDONESIA KELAS XI
1. Menganalisis proses kedatangan Jepang ke Indonesia.
2.
Menjelaskan proses kekalahan Belanda
dari Jepang
3.
Menganalisis pembagian kekuasaan
militer dan sipil pada masa pendudukan Jepang
4.
Menganalisis propaganda Jepang
terhadap rakyat Indonesia
5.
Menjelaskan organisasi politik
bentukan Jepang di Indonesia
6.
Menjelaskan dampak positif dan
negatif pendudukan Jepang di Indonesia
7.
Menjelaskan organisasi politik
bentukan Jepang di Indonesia
8.
Menyebutkan tokoh-tokoh yang
berjuang di zaman Jepang dalam perjuangan bawah tanah, kooperatif dan
bersenjata.
9.
Menjelaskan bentuk perlawanan
bersenjata pada masa pendudukan Jepang
10.
Menjelaskan bentuk perlawanan
bersenjata pada masa pendudukan Jepang
11.
Menganalisis kebijakan Jepang di
Indonesia menjelang berakhirnya pendudukan Jepang
12.
Menjelaskan organisasi BPUPKI dan
PPKI
13.
Menjelaskan organisasi politik masa pendudukan Jepang
14.
Menjelaskan dampak pendudukan Jepang
di bidang pemerintahan dan sosial-budaya
15. Menganalisis hasil-hasil sidang BPUPKI
Essai
1.
Membedakan organisasi-organisasi
militer bentukan Jepang
2.
Menganalisis hasil-hasil sidang
BPUPKI
3.
Menjelaskan organisasi politik masa pendudukan Jepang
4.
Menjelaskan bentuk perlawanan
bersenjata pada masa pendudukan Jepang
5.
Menganalisis hasil-hasil sidang BPUPKI
SEJARAH INDONESIA KELAS X
1.
Menganalisis peralatan dan teknologi
yang membantu pelayaran pada masa Hindu-Budha dan Islam
2.
Menganalisis pengaruh angin bagi pelayaran
pada masa Hindu-Budha dan Islam
3.
Menganalisis terbentuknya jaringan
perdagangan pada masa Hindu-Budha dan Islam
4.
Menganalisis peninggalan
benda/bangunan pada masa pra-aksara terutama zaman megalitikum
5.
Menganalisis pengaruh wayang bagi kehidupan
masyarakat Indonesia pada masa pra-aksara
6.
Menganalisis pengaruh Hindu-Budha dalam
bidang sosial
7.
Menganalisis pengaruh angin darat
dan angin laut bagi pelayaran
8.
Menganalisis proses diterimanya
Islam di Indonesia
9.
Menganalisis pendapat tokoh mengenai
teori masuknya Islam dari Arab
10.
Menganalisis saluran atau media
Islamisasi di Indonesia
11.
Menganalisis saluran atau media
Islamisasi di Indonesia
12.
Menyebutkan tokoh-tokoh pendukung
teori masuknya Hindi-Budha ke Indonesia
13.
Menganalisis dampak adanya budaya
Hindu-Budha dari India ke Indonesia
14.
Menjelaskan bukti-bukti pengaruh
budaya Hindu-Budha di Indonesia
15. Menjelaskan
proses terbaginya kerajaan Mataram Islam menjadi Surakarta dan Yogyakarta
Essai
1.
Menjelaskan terbentuknya jaringan
perdagangan dan pelayaran pada masa Hindu-Budha dan Islam
2.
Menjelaskan wujud akulturasi budaya
Hindu-Budha dan Nusantara dalam bidang bangunan
3.
Menjelaskan teori-teori masuknya
agama Hindu-Budha ke Indonesia
4.
Menjelaskan saluran-saluran
Islamisasi di Indonesia
5.
Menjelaskan perkembangan kerajaan Samudra
Pasai
Malaria memberikan citra buruk bagi Oosthaven. Orang-orang menyadari bahaya yang akan ...