Jumat, 26 Juni 2026

Ketakutan terhadap Malaria di Oosthaven

          Malaria memberikan citra buruk bagi Oosthaven. Orang-orang menyadari bahaya yang akan                                     dialami jika menetap di Oosthaven.

            Oleh: Adi Setiawan

Oosthaven

(Sumber: digitalcollections.universiteitleiden.nl)

 

 

Tatkala Oosthaven mulai pembangunannya tahun 1914, Inspektur Dinas Kesehatan Hindia Belanda untuk Wilayah Luar, Dr. V. D. Heyden dan ahli malaria, Dr. Schüffner, menyampaikan laporan tentang pembangunan jalur pantai bebas malaria di kedua sisi lokasi di mana Oosthaven akan dibangun. Namun kenyataan di lapangan saat proyek mulai dikerjakan pembangunan tidak memfokuskan kegiatannya pada pemberantasan malaria, melainkan hanya pada penyediaan air minum. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika Kepala Layanan Kesehatan Sipil (Burgerlijke Geneeskundigen Dienst), dalam laporannya bulan Agustus 1921 menulis surat kepada Ketua Komisi Pengembangan Lahan bahwa malaria begitu parah di Oosthaven sehingga kapal-kapal terpaksa meninggalkan pelabuhan pada malam hari (G. Sieburgh, 1936:614-615).

 

 

Peta Oosthaven

(Sumber: G. Sieburgh, 1936:619)

 

Resiko terjangkit malaria dirasa begitu besar bagi orang-orang yang tinggal di Oosthaven. Hal itu tergambar nyata yang dialami oleh warga yang tinggal di Kampung Panjang dan Kampung Lunik. Di kedua kampung tersebut, malaria menjadi endemik kronis yang parah. Anak-anak sekolah menunjukkan gejala malaria kronis, nampak pada perut yang bengkak dan anemia ringan. Kondisi ini membuat pemerintah melakukan aksi pemeriksaan kesehatan terhadap warga di Kampung Panjang pada 4 Maret 1935 dan Kampung Lunik 17 September 1935 (G. Sieburgh, 1936:617).

 

Pada tahun 1935, Dokter R. Soesilo (pemimpin pengendali malaria Hindia Belanda) melakukan kunjungan investigasi di Oosthaven. Bersama dengan timnya, seperti Insinyur Departemen Teknis Dinas Kesehatan Masyarakat (Technische Afdeeling van den Dienst der Volksgezondheid), Ir. F. Bleichrodt, ia melakukan penyelidikan terhadap wabah malaria di Oosthaven. Kunjungan itu sebagai salah satu bagian dalam tur di Sumatra dalam misi penyelidikan terhadap penyakit malaria (De Indische Courant 25 Mei 1935, De Telegraaf 03 Agustus 1935).


Penyelidikan terhadap penyakit malaria di Oosthaven juga secara intensif dilakukan oleh Dokter G. Sieburgh antara tahun 1934 sampai 1936. Riset tersebut kemudian diterbitkan dalam sebuah jurnal kesehatan Geneeskundig Tijdschrift voor Ned. Indië.  Sieburgh menggarisbawahi bahwa penanganan penyakit malaria di Oosthaven berjalan sangat lambat. Pemerintah selalu menyatakan bahwa Oosthaven adalah tempat yang layak. Ini tentu berbanding terbalik dengan temuan-temuan yang dilakukan oleh para dokter yang mengunjungi Oosthaven.

 

Dokter-dokter yang pernah berkunjung ke Oosthaven memberikan kesimpulan bahwa perkembangbiakan nyamuk di Oosthaven dipengaruhi oleh lingkungan pesisir yang tidak sehat. Nyamuk-nyamuk berkembangbiak di muara Way Panjang dan Way Lunik. Begitupun lingkungan pesisir berupa air asin juga menambah meningkatnya perkembangbiakan malaria di Oosthaven (Bredasche Courant 23 April 1936).

 

Muara Way Panjang

(Sumber: G. Sieburgh, 1936:625)

   

Buruknya kondisi lingkungan di Oosthaven juga dipengaruhi oleh kegiatan pembuatan parit. Sehingga tidak dapat dihindari munculnya genangan-genangan air, baik kecil maupun besar, yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk anopheles. Nyamuk anopheles juga berkembangbiak di tepi parit, dengan air yang mengalir, di mana pun ada tikungan kecil, atau di mana aliran air terhalang oleh tanaman atau pusaran air kecil (C.D De Langen, 1918:41-42).

 

Oosthaven memiliki reputasi buruk sejauh menyangkut malaria sehingga kapal meninggalkan pelabuhan saat matahari terbenam, dan jika perlu kembali keesokan paginya, yang mengakibatkan pemerintah kehilangan sejumlah besar biaya tambatan. Masalah penyakit malaria sesungguhnya menjadi penghambat bagi kegiatan pengangkutan dan perdagangan di Oosthaven jika tidak ditangani secara serius. Laporan yang dibuat Dokter R. Sieburgh menjelaskan hasil tes darah massal menunjukkan warga yang infeksi tertiana, sementara pasien demam yang dirawat di rumah sakit hampir semuanya terinfeksi tropica.

 

Para dokter yang melakukan penyelidikan di Oosthaven memberikan masukan dalam pengendalian malaria yakni dengan memisahkan air tawar dan air asin secara ketat (De Sumatra Post 24 Juli 1935). Lebih lanjut Dokter G. Sieburgh menyarankan kepada pemerintah Hindia Belanda agar melakukan penataan Oosthaven dengan cara pengalihan Way Baku ke Way Panjang dan peninggian laguna yang membatasi tepian Panjang. Serta menjaga muara sungai Way Panjang agar tetap terbuka setiap saat dan mengalihfungsikan sungai semaksimal mungkin, dengan penanaman tanaman peneduh tepi sungai. Cara ini diharapkan dapat mengubah kondisi di Oosthaven menjadi pelabuhan yang sehat (De Indische Courant 03 April 1936).

 

Sehatnya lingkungan Oosthaven tentunya akan berdampak baik bagi dunia perdagangan dan pelayaran. Bukan hanya bagi Lampung, keberadaan Oosthaven diharapkan mampu memberikan pengaruh positif bagi perekonomian di Sumatra bagian selatan. Oleh karena itu Oosthaven disebut-sebut sebagai pintu gerbang bagi Sumatra bagian selatan, terutama untuk ekspor lada, kopi dan karet.

 

Referensi:

 

Buku

C.D De Langen. 1918. Mededeelingen van den Burgerlijken Geneeskundigen Dienst in Nederlandsch-Indië. Javasche Boekhandel & Drukkerij: Batavia 

 

Jurnal

G. Sieburgh. (1936). De Malaria Te Oosthaven. Geneeskundig Tijdschrift Voor Nederlandsch-Indië. No. 10. Hal. 614-619.

 

Koran

Bevindengen van Dr. R. Soesilo. 24 Juli 1935. De Sumatra Post.

 

De Malaria Te Oosthaven. 03 April 1936. De Indische Courant.

 

De Malaria Te Oosthaven. 23 April 1936. Bredasche Courant.

 

Malaria Bestrijding: Tournee van Dr. Soesilo. 25 Mei 1935. De Indische Courant.

 

Malaria Onderzoek in Oosthaven. 03 Agustus 1935. De Telegraaf.

Ketakutan terhadap Malaria di Oosthaven

              Malaria memberikan citra buruk bagi Oosthaven. Orang-orang menyadari bahaya yang akan                                         ...

Populer