Rabu, 22 November 2023

Kisi-kisi Penilaian Akhir Semester Ganjil T.P 2023/2024

 Kisi-kisi Sejarah Indonesia Kelas XII

1.     Menganalisis terjadinya peristiwa PRRI/Permesta
Menganalisis terjadinya konflik dan disintegrasi antara tahun 1945-1965
Menganalisis terjadinya peristiwa DI/TII
Menganalisis peranan tokoh-tokoh pendukung kemerdekaan Indonesia
Menganalisis peranan tokoh-tokoh pendukung kemerdekaan Indonesia
Menganalisis nilai-nilai kepahlawanan
Menganalisis kondisi politik di awal kemerdekaan Indonesia
Menganalisis kondisi ekonomi di awal kemerdekaan Indonesia
Menganalisis kebijakan ekonomi di awal kemerdekaan Indonesia
Menganalisis kebijakan politik Kabinet Sukiman
Menganalisis pelaksanaan Konferensi Meja Bundar (KMB)
Menganalisis kebijakan ekonomi masa demokrasi liberal
Menganalisis awal-mula lahirnya demokrasi terpimpin
Menganalisis awal-mula lahirnya demokrasi terpimpin
Menganalisis kondisi politik luar negeri masa demokrasi terpimpin
Menganalisis kondisi ekonomi masa demokrasi terpimpin
Menganalisis peristiwa konfrontasi Indonesia-Malaysia
Menganalisis kondisi ekonomi masa demokrasi terpimpin
Menganalisis awal mula lahirnya orde baru
Menganalisis garis politik luar negeri masa orde baru
Menganalisis tatanan politik masa orde baru
Menganalisis garis politik luar negeri masa orde baru
Menganalisis tatanan politik masa orde baru
Menganalisis peristiwa DI/TII
Menganalisis peristiwa PKI Madiun 1948
Menganalisis peristiwa RMS
Menganalisis peristiwa PRRI/Permesta
Menganalisis peristiwa G 30 S/PKI
Menganalisis Dekrit Presiden 1959
Menganalisis peristiwa konfrontasi Indonesia-Malaysia
Menganalisis upaya perebutan Irian Barat
Menganalisis kondisi ekonomi masa demokrasi terpimpin
Menganalisis kondisi ekonomi masa demokrasi terpimpin
Menganalisis peran pelajar dan mahasiswa di akhir pemerintahan orde lama
Menganalisis program P4
Menganalisis integrasi Timor Timur dengan Indonesia
Menganalisis pelaksanaan Repelita I-V
Menganalisis kondisi Pendidikan masa orde baru
Menganalisis perkembangan partai politik masa awal kemerdekaan
Menganalisis sistem sentralisasi masa orde baru

 Ksi-kisi Sejarah Indonesia Kelas XI

            Menganalisis ciri-ciri perlawanan sebelum abad 19 atau sebelum tahun 1908

Menganalisis ciri-ciri perlawanan sebelum abad 19 atau sebelum tahun 1908

Menganalisis ciri-ciri perlawanan sebelum abad 19 atau sebelum tahun 1908

Menganalisis organisasi pergerakan nasional yang bersifat non kooperatif

Menganalisis faktor eksternal dan internal nasionalisme Indonesia

Menganalisis faktor eksternal dan internal nasionalisme Indonesia

Menganalisis faktor eksternal dan internal nasionalisme Indonesia

Menganalisis ciri-ciri perlawanan setelah tahun 1908

Menganalisis peristiwa sumpah pemuda

Menganalisis organisasi Indische Partij

Menganalisis tokoh-tokoh pergerakan nasional

Menganalisis organisasi Taman Siswa

Menganalisis Sarekat Islam

Menganalisis terjadinya Perang Paderi

Menganalisis terjadinya Perang Paderi

Menganalisis tokoh-tokoh dalam perang aceh

Menjelaskan system kolonialisme dan imperealisme

Menjelaskan factor-faktor lahirnya penjelajahan samudera

Menjelaskan factor-faktor lahirnya penjelajahan samudera

Menjelaskan factor-faktor lahirnya penjelajahan samudera

Menganalisis perkembangan VOC

Menganalisis pemerintahan H.W Daendels

Menganalisis jalannya perang diponegoro

Menganalisis perkembangan nasionalisme Indonesia

Menganalisis organisasi Budi Utomo

Menjelaskan kongres pemuda I

Menganalisis perkembangan nasionalisme Indonesia

Menganalisis Sarekat Islam

Menganalisis PKI

Menganalisis perkembangan pers masa pergerkan nasional

Menganalisis organisasi Perempuan

Menganalisis organisasi Perhimpunan Pelajar Indonesia

Menganalisis organisasi Muhammadiyah

Menganalisis organisasi INS Kayu Tanam

Menganalisis politik etis

Menganalisis Budi Utomo

Menganalisis organisasi kooperatif dan non kooperatif

Menganalisis organisasi kooperatif dan non kooperatif

Menganalisis peranan Perempuan masa pergerakan nasional

Menganalisis GAPI

si-kisi Sejarah Indonesia Kelas X

Menganalisis Langkah-langkah penelitian sejarah

Menganalisis ciri-ciri ilmu sejarah

Menganalisis konsep waktu di dalam sejarah

Menganalisis konsep perubahan dan keberlanjutan

Menganalisis konsep diakronik dan sinkronik

Menganalisis konsep ruang dalam sejarah

Menganalisis perkembangan historiografi tradisional, kolonial dan modern

Menganalisis konsep manusia, ruang dan waktu di dalam sejarah

Menganalisis perkembangan historiografi tradisional, colonial dan modern

Menganalisis berbagai teori asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia

Menganalisis konsep manusia, ruang dan waktu di dalam sejarah

Menganalisis persebaran nenek moyang bangsa Indonesia

Menganalisis persebaran nenek moyang bangsa Indonesia

Menganalisis berbagai teori asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia

Menganalisis bentuk kepercayaan Masyarakat pra-aksara

Menganalisis pembentukan jalur rempah masa pra-aksara

Menganalisis sumber-sumber sejarah

Menganalisis sumber-sumber sejarah

Menganalisis ciri-ciri ilmu sejarah

Menganalisis manfaat memperlajari sejarah

Menganalisis jenis-jenis manusia pra-aksara di Indonesia

Menganalisis hasil kebudayaan logam di Indonesia

Menganalisis hasil budaya zaman megalitikum

Menganalisis hasil budaya zaman batu

Menganalisis manfaat memperlajari sejarah

Menganalisis hasil-hasil budaya zaman mesolitikum

Menganalisis corak kehidupan masa pra-aksara

Menganalisis corak kehidupan masa pra-aksara

Menganalisis corak kehidupan masa pra-aksara

Menganalisis corak kehidupan masa pra-aksara

Menganalisis berbagai teori asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia

Menganalisis jenis-jenis manusia pra-aksara di Indonesia

Menjelaskan masa pra-aksara

Menjelaskan masa pra-aksara

Menganalisis sumber-sumber sejarah

Menganalisis sumber-sumber sejarah

Menganalisis perkembangan historiografi Indonesia

Menganalisis ilmu-ilmu bantu sejarah

Menganalisis konsep diakronik dan sinkronik

Menganalisis konsep diakronik dan sinkronik


Kamis, 02 November 2023

Angon; Aktivitas yang Kian Hilang

 Oleh: Adi Setiawan I 02 November 2023


 Penggembala Kambing (Sumber: Kompasiana.com)


Aku adalah anak gembala

Selalu riang serta gembira

Karena aku senang bekerja

Tak pernah malas atau pun lengah

....


Masih ingatkah pembaca dengan lagu kanak-kanak yang dinyanyikan oleh Tasya Kamila di atas? Iya lagu di atas berjudul Aku Anak Gembala yang popular dinyanyikan di tahun 1990an hingga awal 2000an. Lagu yang diciptakan oleh A.T Mahmud itu menggambarkan sebuah aktivitas menggembala ternak di padang rumput yang subur.

Mendengarkan lagu Aku Anak Gembala tentunya membawa kita mengingat kembali aktivitas penggembalaan ternak yang banyak dilakukan di desa-desa. Menggembala atau dalam bahasa Jawa disebut angon adalah pekerjaan yang biasa dilakukan di tanah lapang atau sawah yang ditumbuhi rerumputan. Adapun hewan ternak yang biasa diangon adalah kerbau, sapi, domba, dan kambing.

Mengutip dari laman p2k.unimus.ac.id bahwa menggembala merupakan salah satu pekerjaan tertua di dunia yang sudah dilakukan orang di Asia Kecil sekitar 6 ribu tahun lalu. Domba diternakkan bagi diambil susu, daging, dan bulunya bagi menjadi wol. Zaman berikutnya, domba sebagai binatang ternak dan pekerjaan menggembala sudah menyebar ke seluruh wilayah Eurasia.

Dalam sejarah peradaban Islam tercatat bahwa nabi-nabi maupun tokoh-tokoh besar Islam di masa lalu juga pernah menjalani aktivitas menggembala atau angon ini. Selain itu tercatat pula dalam sejarah bahwa kebesaran tokoh-tokoh dari Kekaisaran Mongol yang pernah menaklukan benua Asia awalnya mereka juga adalah para penggembala.

Di Indonesia sendiri kegiatan penggembala ternak bukan hal yang asing pula. Daerah-daerah di Indonesia timur seperti Sumbawa menggembala ternak kuda adalah bagian dari kehidupan sehari-hari.

Aktivitas menggembala atau angon menjadi bagian yang erat dilakukan oleh usia anak-anak dan remaja di desa-desa pada dekade sebelum tahun 2000an. Angon biasa mereka lakukan pada waktu sore hari hingga menjelang magrib tiba. Kegiatan angon ini biasanya dilakukan secara bersama-sama. Tak jarang muncul rasa gembira karena senda gurau sembari mereka bertugas menjaga ternak.

Oleh karena itu, kegiatan angon jika kita telisik tentu bukan hanya sekedar kegiatan menggembala ternak semata. Ada nilai-nilai yang arif dari kegiatan angon ini. Adapun nilai-nilai yang terkandung dalam angon yaitu:

Tanggung Jawab

Kegiatan angon sejatinya adalah aktivitas yang ditujukan menjaga ternak-ternak yang sedang digembalakan. Selama angon ini, penggembala wajib untuk memastikan ternak-ternak meraka aman dan terjaga dari hal-hal yang buruk. Maka setiap penggembala harus cermat dalam mengawasi ternak-ternak yang digembalakan. Maka rasa tanggung jawab yang besar tentu akan berpengaruh juga dalam kegiatan angon ini.

Kebersamaan

Angon yang dilakukan secara bersama-sama menjadi sarana menjalin rasa persaudaraan dan kekeluargaan. Sembari penggembala melakukan angon, kadang kala mereka juga melakukan senda gurau bersama. Kadang pula dalam aktivitas angon ini timbul bincang-bincang yang menggembirakan. Rasa kebersamaan juga timbul apabila ditemui masalah dalam menggembala, biasanya penggembala lain akan turut membantu menyelesaikan masalah itu. Oleh karena itu rasa kebersamaan dapat tumbuh dari aktivitas angon ini.

Kerja Keras

Kerja keras adalah kunci utama dalam menjalankan pekerjaan agar dapat mendapatkan hasil yang memuaskan. Begitupun dalam angon, sikap kerja keras wajib dimiliki oleh para penggembala. Tanpa adanya kerja keras tentu akan sulit bagi penggembala dalam mengatur hewan-hewan ternaknya.

Sabar

Sifat sabar tentunya mudah diucapkan tapi sangat sulit dilakukan. Kegiatan menggembala terlebih dengan jumlah ternak yang banyak tentunya sangat diperlukan rasa sabar. Mengatur ternak dari kandang menuju penggembalaan hingga kembali lagi masuk kandang tentunya sangat merepotkan. Maka hal itu dapat melatih kesabaran penggembala.

Berwirausaha

Tak kalah penting, kegiatan angon melatih jiwa berwirausaha pula. Angon dapat menjadi profesi yang menjanjikan jika digeluti dengan sungguh-sungguh. Kebutuhan daging yang terus meningkat menjadi potensi yang menguntungkan. Maka angon juga memiliki pengaruh dalam bidang ekonomi Masyarakat.

Demikianlah artikel singkat tentang angon ini, semoga dapat mengingatkan kembali pada aktivitas yang marak dilakukan tempo dulu. Harapannya walaupun generasi saat ini tidak ada yang menjadi penggembala, namun nilai-nilai arif dari kegiatan menggembala semoga dapat diteladani guna menjadi generasi yang berkarakter mulia.

Senin, 28 Agustus 2023

Ulangan Harian XI IPA-IPS

 



Petunjuk Mengerjakan

  1. Mulailah dengan berdoa.
  2. Kerjakan dengan jujur.
  3. Kerjakan semua soal dengan benar

Link Soal:

Ulangan Harian 1 Kolonialisme dan Imperealisme Eropa

Minggu, 27 Agustus 2023

Ulangan Harian XII IPA



Petunjuk Mengerjakan

  1. Mulailah dengan berdoa.
  2. Kerjakan dengan jujur.
  3. Kerjakan semua soal dengan benar

Link Soal:

Ulangan Harian 1 Ancaman Menghadapi Disintegasi Bangsa

Kedatangan Bangsa Eropa ke Indonesia

 

Kedatangan Belanda di Banten



1.Latar Belakang Kedatangan Bangsa Barat Ke Indonesia

Ø Dominasi Gereja Katholik Eropa Terhadap Aspek Kehidupan

Pada rentang waktu akhir abad ke-4 sampai dengan awal abad ke-15, Eropa mengalami Zaman Kegelapan (Dark Ages), masa ketika gereja memiliki kekuasaan yang tidak tebatas, tidak hanya dalam urusan keagamaan, tetapi juga dalam sisi kehidupan lainnya seperti, ilmu pengetahuan, urusan kenegaraan dan teori-teori tentang alam. Hal ini membuat masyarakat Eropa patuh akan kebijakan gereja dan tidak ada inisiatif kearah kemajuan. Pada abad ke 15 Eropa memasuki fase baru, yang disebut Renaissance (kelahiran kembali budaya Yunani dan Romawi Kuno), yang kemudian mengilhami munculnya penemuan-penemuan baru.

 

Ø Penemuan-Penemuan Baru pada Masa Renaissance

Abad Renaissance ditandai dengan bermunculan sejumlah ilmuwan dan filsuf yang menentang doktrin gereja terutama tentang ilmu bumi. Beberapa penemuan tersbut adalah seagai berikut : penemuan mesin cetak oleh Johan Gutenberg yang memiliki kelebihan mencetak buku secara cepat dan efisien, penemuan teori heliosentris (matahari sebagai pusat tata surya) oleh Nicolaus Copernicus. Teori heliosentris ini menentang teori lama yang didukung oleh gereja yakni teori geosentris (bumi sebagai pusat tata surya) dan  teori geosentris menyatakan bahwa bumi berbentuk datar. Teori heliosentris ini juga mengatakan bahwa bumi ini bulat seperti bola, sehingga nantinya akan memotivasi para pelaut Eropa untuk melakukan pelayaran dan penjelajahan samaudera untuk membuktikan apakah bumi benar-benar bulat.

 

Ø Jatuhnya Konstantinopel Ke Tangan Turki Utsmani Tahun 1453

Pada tahun 1453, Sultan Muhammad II (Muhammad Al-Fatih) berhasil merebut Konstantinopel dari Kekaisaran Romawi Timur. Bagi bangsa Eropa Konstantinopel adalah pusat perdagangan rempah-rempah di Eropa. Setelah dikuasai Turki Utsmani, bangsa Eropa tidak bebas membeli rempah-rempah di Konstantinopel. Hal ini memicu bangsa Eropa untuk melakukan pelayaran demi mencari tempat penghasil rempah-rempah.

 

Ø Semangat 3G

Semangat 3G yaitu Gold (mencari kekayaan), Glory (mencari kejayaan) dan Gospel (menyebarkan agama Nasrani/Kristen).

 

Ø Penemuan Teknologi

Teknologi tersebut seperti kompas, peta, mesiu, sistem perkapalan, dan ilmu navigasi.

 

2.Penjelajahan Samudera Dan Kedatangan Bangsa Barat Di Indonesia


Ø Bangsa Portugis

· Bartholomeus Diaz

Ia berhasil menyusuri Pantai Barat Afrika dan sampai di Tanjung Harapan (Cafe of A Good Hope) tahun 1486.

· Vasco De Gama

Tahun 1498, ia dan rombongan berhasil mendarat di Kalikut, Goa, India. Dan mendirikan kantor dagang Portugis pertama di Asia.

· Alfonso De Albuquerque

Tahun 1511 ia berhasil menguasai Malaka dan 1512 berhasil sampai di Maluku.

 

Ø Bangsa Spanyol

· Cristoper Colombus

Tahun 1492, Colombus berlayar dengan kapal Nina, Pinta dan Santa Maria. Ia berhasil sampai di benua Amerika.

· Ferdinand Magellhaens

Pada tahun 1521 ia dan rombongan berhasil sampai di Filipina. Namun ia tewas ditangan suku Mactan di Pulau Cebu. Pelayaran kemudian dilanjutkan oleh Sebastian Del Cano dan berhasil sampai di Maluku pada 1522.


Ø Bangsa Belanda

· Barentz

Ia mencoba berlayar ke Asia melalui Kutub Utara. Namun karena terhalang es yang membeku, ia memtuskan pulang. Namun dalam perjalanan ia tewas.

· Cornelis de Houtman

Pada 1595 ia dan rombongan berangkat dari Belanda, tahun 1596 berhasil sampai di Banten. Namun mereka diusir dari Banten karena sikapnya yang sewenang-wenang kepada penduduk.

· Abel Tasman

Tahun 1642 ia berhasil samapai di Pulau Tasmania, sebelah selatan Benua Australia

 

Ø Bangsa Inggris

· Pilgrim Fathers, tahun 1607 berhasil samapi di Amerika Utara.

· James Lancester, tahun 1602 berhasil sampai di Aceh dan Banten.

· Henry Middleton, tahun 1604 berhasil sampai di Maluku.

· William Dampier, tahun 1688 berhasil sampai di Benua Australia.

· James Cook, 1770 berhasil sampai di Selandia Baru dan Australia.

 

3. Hubungan Paham Rasionalisme, Merkantilisme, Revolusi Industri dan Kapitalisme Dengan Kolonialisme Bangsa Eropa

Kolonialisme adalah suatu bentuk penguasaan atau penjajahan yang dilakukan oleh suatu negara terhadap bangsa lain dalam rangka memperluas kekuasaannya. Munculnya paham-paham baru juga menjadi alasan utama berkembangnya kolonialisme  Eropa. Paham-paham tersebut :

a.    Rasionalisme

Adalah suatu paham yang menganggap segala sesuatu itu benar jika sesuai dengan akal pikiran. Hal inilah yang mendorong bangsa Eropa untuk menentang dogma gereja masa itu. Tokohnya adalah Montesque, J.J Rousseau.


b.    Merkantilisme

Merkantilisme dapat diartikan suatu kebijaksanaan politik ekonomi suatu negara dengan mengumpulkan sebanyak-banyaknya kekayaan berupa logam mulia. Ciri-ciri merkantilisme adalah negara adalah satu-satunya penguasa ekonomi dan mendapatkan sebanyak-banyak logam mulia adalah tujuan utama. Hal ini mendorong bangsa Eropa bersaing mencari daerah baru yang kaya dengan logam mulia.


c.    Revolusi Industri

Adalah perubahan dari tenaga manusia dan hewan kepada penggunaan mesin. Terjadi di Inggris karena kekayaan sumberdaya alam danadanya penemuan-penemuan teknologi seperti mesin uap oleh James Watt (1769). Dampak revolusi industri adalah proses produksi yang semakin cepat sehingga barang yang dihasilkan juga semakin banyak. Hal ini akan memaksa inggris untuk mencari daerah pemasaran baru.


d.    Kapitalisme

Adalah sistem ekonomi di mana modal dan alat-alat produksi dikuasai perseorangan. Kapitalisme juga berpengaruh terhadap kolonialisme karena para pemilik modal berusaha mencari daerah baru untuk menanamkan modalnya.

 

4. Perkembangan Kolonialisme Di Indonesia


a. Kolonialisme Bangsa Portugis


Mengingat tujuan utama Portugi adalah menguasai perdagangan rempah-rempah maka pada tahun 1511, Alfonso de Albuqueraue berhasil menguasai Malaka (bandar rempah-rempah di Asia Tenggara). Portugis berhasil sampai di Maluku  pada 1512. Maluku akhirnya dapat dikuasai setelah Portugis berhasil ikut campur dalam perselisihan antara Ternate dan Tidore. Portugis bersekutu dengan Ternate untuk melawan Tidore yang bersekutu dengan Spanyol. Peperangan dimenangkan Portugis-Ternate. Kemenangan itu memberikan keutungan Portugis yaitu diberikannya hak monopoli perdagangan rempah-rempah di Maluku dan Spanyol berhasil diusir dari Maluku. Dalam perdagangan di Maluku Portugis juga menyebarkan agama Kristen Khatolik. Seorang penyebar yang terkenal adalah Fransisikus Xaverius.


b. Kolonialisme Bangsa Spanyol

Pada tahun 1521 Spanyol berhasil mendarat di Maluku. Dikarenakan wilayah Ternate dikuasai oleh Portugis, maka Spanyol memilih Tidore sebagai tempat untuk berlabuh. Mereka disambut dengan baik oleh sultan Tidore yang saat itu sedang membutuhkan bantuan untuk menghadapi Ternate yang dibantu oleh Portugis. Bagi Portugis, kedatangan Spanyol menimbulkan ancaman sebagai pesaing dalam perdagangan rempah-rempah. Oleh karena itu, terjadilah persaingan tidak sehat di antara keduanya yang menjurus pada peperangan. Selain itu, antara Ternate dan Tidore pun sedang terjadi pertentangan. Pertempuran tidak dapat dihindarkan lagi, Spanyol bersama dengan Tidore menyerang Portugis yang bersekutu dengan Ternate. Pertempuran ini berakhir setelah diadakannya Perjanjian Saragosa di Spanyol pada tahun 1592. Untuk selanjutnya, bangsa Spanyol (Ispanya) membuka koloni-koloni mereka di Kepulauan Filipina dengan Manila sebagai pusatnya.


Soal Sumatif

1. Apa penyebab utama bangsa Eropa melakukan penjelajahan samudera pada abad ke-15?

A. Mencari kekayaan, kejayaan, dan menyebarkan agama Kristen

B. Menyebarkan ideologi sosialisme

C. Mencari aliansi politik dengan Asia

D. Menghindari konflik internal di Eropa

E. Memperluas kekuasaan militer

2. Siapa penemu teori heliosentris yang menentang teori geosentris gereja?

A. Isaac Newton

B. Johannes Kepler

C. Nicolaus Copernicus

D. Galileo Galilei

E. Albert Einstein

3. Apa yang menyebabkan bangsa Eropa tidak bisa membeli rempah-rempah dari Konstantinopel setelah tahun 1453?

A. Perang Dunia I

B. Penemuan mesin cetak

C. Jatuhnya Konstantinopel ke tangan Turki Utsmani

D. Penemuan teori heliosentris

E. Penyebaran agama Kristen

4. Apa yang dimaksud dengan semangat 3G dalam konteks penjelajahan bangsa Barat?

A. Gold, Glory, Gospel

B. Gold, Green, Growth

C. Gold, Gain, God

D. Glory, Gold, God

E. Glory, Gain, Gospel

5. Siapa penjelajah Portugis yang berhasil mendirikan kantor dagang Portugis pertama di Asia?

A. Bartholomeus Diaz

B. Vasco de Gama

C. Ferdinand Magellan

D. Cristopher Columbus

E. Cornelis de Houtman

6. Pada tahun berapakah Bartholomeus Diaz berhasil menyusuri Pantai Barat Afrika dan mencapai Tanjung Harapan?

A. 1486

B. 1492

C. 1511

D. 1521

E. 1595

7. Apa tujuan utama dari kebijakan merkantilisme yang diterapkan oleh negara-negara Eropa?

A. Menyebarkan agama Kristen

B. Mengumpulkan logam mulia sebanyak mungkin

C. Mengembangkan teknologi industri

D. Mengurangi ketergantungan terhadap koloni

E. Menjalin aliansi politik dengan negara lain

8. Apa dampak utama dari Revolusi Industri terhadap kebutuhan pasar global?

A. Meningkatnya permintaan untuk barang-barang buatan tangan

B. Penurunan kebutuhan terhadap teknologi baru

C. Percepatan produksi dan kebutuhan akan daerah pemasaran baru

D. Berkurangnya jumlah barang yang diproduksi

E. Penurunan persaingan di pasar global

9. Siapa yang memimpin penjelajahan ke Filipina pada tahun 1521 dan kemudian tewas di tangan suku Mactan?

A. Vasco de Gama

B. Cristopher Columbus

C. Ferdinand Magellan

D. Abel Tasman

E. Cornelis de Houtman

10. Apa hasil dari Perjanjian Saragosa yang diadakan pada tahun 1592?

A. Pengakuan hak monopoli Portugis di Maluku

B. Penghentian persaingan antara Spanyol dan Portugis di Maluku

C. Perjanjian damai antara Inggris dan Belanda

D. Pengakuan Spanyol atas kekuasaan Portugis di Filipina

E. Pembagian kekuasaan antara Spanyol dan Portugis di Asia Tenggara

 


Minggu, 04 Juni 2023

Kota Agung: Alam dan Tinggalan Sejarah

Penulis : Adi Setiawan 

Gunung Tanggamus (google.com)

Salah satu daerah di Lampung yang memiliki keragaman bentang alam adalah Kota Agung. Daerah yang menjadi ibukota dari Kabupaten Tanggamus ini dianugerahi pesona alam yang memukau. Di daerah yang terletak di pesisir Teluk Semaka ini kita dapat menjumpai bentang lautan serta gunung yang saling berhadapan. 

Gunung Tanggamus menjulang gagah di sebelah utara. Di lereng ya mengalir sungai-sungai dengan airnya yang jernih. Di beberapa tempat di lereng Gunung Tanggamus menyajikan suara gemuruh air terjun. Air terjun yang terkenal adalah Air Terjun Way Lalaan, yang terletak di Jalan Lintas Barat Sumatera, tepatnya di Kota Agung Timur. 

Sementara itu bentang laut Kota Agung yang merupakan bagian dari Teluk Semaka menyajikan eloknya alam bahari. Oleh karena itu berplesiran di pesisir Kota Agung juga menjadi hal yang patut dicoba kala berkunjung di sana. Selain itu  Teluk Semaka adalah ladang bagi para nelayan, sebagian masyarakat Kota Agung bermata pencaharian sebagai nelayan. 

Sebagai daerah yang terletak di pesisir,  kuliner yang diolah pun bernuansa bahari. Salah satu kuliner yang khas dari Kota Agung adalah Iwan. Namanya sekilas seperti nama seseorang, namun jika kita tengok kuliner ini bentuk nya mirip dengan bakso. Iwan berbahan dasar ikan laut, seperti ikan marlin. Iwan disajikan dengan kuah panas, yang memiliki cita rasa ikan yang kuat. 

Secara administratif Kabupaten Tanggamus terbagi menjadi beberapa kecamatan, Kota Agung yang menjadi Ibukota Kabupaten terbagi menjadi beberapa pekon/desa dan kelurahan. 

Catatan sejarah membuktikan bahwa pada masa lalu daerah ini memiliki kisah sejarah yang heroik. Nama Batin Mangunang, seorang pejuang Lampung pernah suatu waktu menghadapi penjajahan Belanda di sekitar Gunung Tanggamus. Untuk mengenang itu, nama Batin Mangunang kini disematkan sebagai nama rumah sakit di Tanggamus. 

Dam Way Djelai (Aditya N.)

Sementara itu berbicara mengenai tinggalan sejarah di kota agung masih dapat dijumpai tinggalan sejarah dari zaman kolonial Belanda dan Jepang. 

Tinggalan Belanda di Kota Agung diantaranya adalah dam atau bendung seperti Dam Way Djelai dan Dam Way Maja. Kedua dam itu diperuntukkan sebagai irigasi dan sumber air bersih warga. 

Bunker Jepang Kota Agung (berandadesa.com)

Sedangkan tinggalan dari zaman Pendudukan Jepang, dapat dijumpai bunker di Kota Agung Timur. Besar kemungkinan bunker ini menjadi objek penting kala Perang Dunia ke II. 

Harapannya keberadaan alam dan tinggalan sejarah di Kota Agung ini dapat menjadi wahana edukasi - rekreasi alam dan sejarah. 



Ketakutan terhadap Malaria di Oosthaven

              Malaria memberikan citra buruk bagi Oosthaven. Orang-orang menyadari bahaya yang akan                                         ...

Populer