Kamis, 22 Oktober 2020

Sistem dan Struktur Politik Indonesia Masa Orde Baru (Aksi-Aksi Tritura-Tri Tuntutan Rakyat)

 

Adi Setiawan

Aksi-Aksi Tritura

 
17 AGUSTUS - Seri Sejarah Nasional: Tri Tuntutan Rakyat (Tritura) -  Tribunnewswiki.com Mobile 

 

Lahirnya pemerintahan Orde Baru yang dipimpin oleh Soeharto tidak terlepas dari berbagai macam peristiwa antara tahun 1965 hingga 1966. Adapun peristiwa pertama yang membuka langkah lahirnya pemerintahan Orde Baru adalah peristiwa Gerakan 30 September 1965. Peristiwa ini sekaligus menjadi titik awal berakhirnya kekuasaan presiden Soekarno dan hilangnya kekuatan politik PKI dari percaturan politik Indonesia.

Peristiwa Gerakan 30 September 1965 membuat kondisi pemerintahan menjadi terpuruk. Rakyat yang diwakili oleh mahasiswa menuntut perbaikan-perbaikan. Baik di dalam pemerintahan maupun ekonomi. Pasalnya pada masa berlangsungnya Demokrasi Terpimpin kondisi ekonomi Indonesia berada dalam kondisi lemah. Keadaan ekonomi kian memburuk dimana inflasi mencapai 600%.

Kondisi ini kemudian menyulut aksi yang dilakukan oleh mahasiswa. Mereka turun ke jalan, meneriakan slogan-slogan yang menuntut perubahan kebijakan oleh pemerintah.

Bukan hanya mahasiswa, rakyat pada umumnya kemudian turut melakukan aksi dengan membentuk kesatuan aksi masing-masing, seperti:

1.      Kesatuan Aksi Pemuda-pemuda, Mahasiswa dan Pelajar (KAPPI)

2.      Kesatuan Aksi Buruh Indonesia (KABI)

3.      Kesatuan Aksi Sarjana Indonesia (KASI)

4.      Kesatuan Aksi Wanita Indonesia (KAWI)

5.      Kesatuan Aksi Guru Indonesia (KAGI)

6.      Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI)

Kesatuan-kesatuan aksi di atas menuntut agar dibubarkannya PKI dan perbaikan ekonomi. Terlebih setelah dibentuknya barisan Front Pancasila. Pemuda dan mahasiswa lalu mengeluarkan tiga tuntutan atau yang dikenal dengan istilah Tritura (Tri Tuntutan Rakyat). Pada tanggal 12 Januari 1966, KAMI bersama KAPPI yang tergabung dalam Front Pancasila mendatangi DPR-GR untuk mengajukan Tritura tersebut. Isinya:

1.       Pembubaran PKI

2.       Pembersihan kabinet dari unsur-unsur Gerakan 30 September 1965

3.      Penurunan harga/perbaikan ekonomi

Presiden Soekarno menaanggapi aksi itu dengan mengumumkan perubahan Kabinet Dwikora menjadi Kabinet 100 Menteri. Namun tidak membubarkan PKI ataupun menindak tokoh-tokoh yang dianggap terlibat peristiwa Gerakan 30 September 1965.

Di saat pelantikan Kabinet 100 Menteri pada 24 Februari 1966, mahasiswa melakukan aksi di sekitar Istana Merdeka. Aksi itu menimbulkan bentrok antara mahasiswa dengan Pasukan Cakrabirawa yang menyebabkan gugurnya mahasiswa bernama  Arief Rachman Hakim. Menindak aksi itu presiden Soekarno membukarkan KAMI.

Kebijakan presiden tersebut, di balas dengan aksi demonstrasi dan penyerbuan mahasiswa terhadap gedung Departemen Luar Negeri dan kantor berita China, Hsin Hua.

Kamis, 15 Oktober 2020

Teori-teori Masuknya Pengaruh Hindu-Budha ke Indonesia

 

Adi Setiawan 

  24 Candi Hindu-Buddha di Indonesia Wajib Dikunjungi - Tokopedia Blog

 

Agama dan kebudayaan Hindu-Budha yang berasal dari India berkembang cukup pesat di Indonesia. Peninggalan berupa candi, sastra maupun budaya lainnya memiliki dampak nyata pada masa perkembangan Hindu-Budha di Indonesia.

Berikut ini adalah teori atau hipotesis masuknya Hindu-Budha ke Indonesia:

 a. Hipotesis Waisya

Hipotesis waisya mengungkapkan bahwa masuknya agama dan kebudayaan Hindu dibawa oleh golongan pedagang (waisya). Mereka mengikuti angin musim (setengah tahun berganti arah) dan enam bulan menetap di Indonesia dan menyebarkan agama dan kebudayaan Hindu.  

Menurut para pendukung hipotesis waisya, kaum waisya yang umumnya merupakan kelompok pedagang inilah yang berperan besar dalam menyebarkan agama dan kebudayaan Hindu ke Nusantara. Mereka yang menjadikan munculnya budaya Hindu sehingga dapat diterima di kalangan masyarakat. Pada saat itu, para pedagang banyak berhubungan dengan para penguasa dan rakyat. Jalinan hubungan itu yang membuka peluang terjadinya proses penyebaran agama dan budaya Hindu. Salah satu tokoh pendukung hipotesis waisya adalah N.J. Krom.

Namun, teori ini memiliki kelemahan, yaitu para pedagang yang termasuk dalam kasta Waisya tidak menguasai bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa yang umumnya hanya dikuasai oleh kasta Brahmana. Selain itu, terdapat kelemahan lain dalam hipotesis ini yaitu dengan melihat peta persebaran kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia yang lebih banyak berada di pedalaman. Namun apabila pengaruh tersebut dibawa oleh para pedagang India, tentunya pusat kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha akan lebih banyak berada di daerah pesisir pantai.

 b. Hipotesis Kesatria

Hipotesis kesatria mengungkapkan bahwa pembawa agama dan kebudayaan Hindu masuk ke Nusantara adalah kaum kesatria. Menurut hipotesis ini, pada masa lampau di India terjadi peperangan antarkerajaan. Para prajurit yang kalah perang, kemudian mengadakan migrasi ke daerah lain. Tampaknya, di antara mereka ada yang sampai ke Indonesia dan mendirikan koloni-koloni melalui penaklukan. Mereka menyebarkan agama dan kebudayaan Hindu di Indonesia. Salah seorang pendukung hipotesis kesatria adalah Mookerji, J.L Moens dan C.C. Berg

Namun, teori ini memiliki kelemahan, yaitu para Ksatria tidak menguasai bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa, dan apabila daerah Indonesia pernah menjadi daerah taklukkan kerajaan-kerajaan India, tentunya ada bukti prasasti (jaya prasasti) yang menggambarkan penaklukkan tersebut.

 c. Hipotesis Brahmana

Hipotesis brahmana mengungkapkan bahwa pembawa agama dan kebudayaan Hindu ke Indonesia ialah golongan brahmana. Para brahmana datang ke Nusantara diundang oleh penguasa Nusantara untuk menobatkan menjadi raja dengan upacara Hindu (abhiseka = penobatan). Selain itu, kaum brahmana juga memimpin upacara-upacara keagamaan dan mengajarkan ilmu pengetahuan. Pendukung hipotesis ini adalah J.C. van Leur. Oleh karena itu, dia berpendapat bahwa kaum Brahmanalah yang menguasai bahasa dan huruf itu, sehingga pantas jika mereka yang memegang peranan penting dalam proses penyebaran agama dan kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia. 

Akan tetapi, bagaimana mungkin para Brahmana bisa sampai ke Indonesia yang terpisahkan dengan India oleh lautan. Dalam tradisi agama Hindu terdapat pantangan bagi kaum Brahmana untuk menyeberangi lautan, sehingga hal ini menjadi kelemahan hipotesis ini.

 d. Hipotesis Arus Balik (Teori nasional)

Hipotesis Arus Balik, mengatakan bahwa yang telah berperan dalam menyebarkan Hindu di Indonesia adalah orang Indonesia sendiri. Mereka adalah orang yang pernah berkunjung ke India untuk mempelajari agama Hindu dan Buddha. Di pengembaraan mereka mendirikan sebuah organisasi yang sering disebut sanggha. Setelah kembali di Indonesia, akhirnya mereka menyebarkan kembali ajaran yang telah mereka dapatkan di India. Pendapat ini dikemukakan oleh F.D.K. Bosch.

 

 

Perkembangan Teknologi Transportasi dan Dampaknya Bagi Kehidupan di Era Globalisasi

 Adi Setiawan

 Awal Mula Sejarah Kapal Laut | KASKUS

Mobilitas manusia di bumi ini tentu tak akan mudah jika tidak dibantu dengan alat transportasi. Transportasi didefinisikan sebagai sarana pengangkut yang memudahkan perpindahan manusia maupun barang dari satu tempat ke tempat lain.Teknologi transportasi baik itu transportasi darat, laut/air, dan udara berkembang sangat pesat. Manusia berinovasi menciptakan tekknologi transportasi yang aman dan efisien. Hal itu tentu guna mempermudah aktivitas manusia yang semakin kompleks. Berikut adalah beberapa perkembangan teknologi transportasi dari waktu ke waktu.

A.  Transportasi  Darat

Transportasi darat sudah dikenal sejak zaman kuno. Ada banyak jenis transportasi darat pada masa itu seperti kuda tunggangan, kereta berkuda, gerobak, dan sepeda. Sayangnya, jenis-jenis transportasi darat di masa itu masih menggunakan tenaga hewan dan manusia untuk berpindah tempat.

Kendaraan dengan mesin baru muncul setelah abad ke-18. Tapi pada saat itu, mesin yang digunakan masih berupa mesin uap. Kendaraan bermesin uap ini mulai digunakan sejak 1870-an oleh tentara Prancis untuk mengangkut peralatan perang. Mesin uapnya juga masih terdiri dari tiga roda penggerak, kecepatannya cuma secepat manusia saat berjalan.

Salah satu transportasi darat yang memiliki dampak besar bagi manusia adalah kereta api. Kereta api ditemukan pada tahun 1784 oleh William Murdoch, seorang ilmuwan berkebangsaan Inggris.

Pada tahun 1804, Richard Trevithick telah menciptakan mesin lokomotif yang dirangkai dengan kereta. Selanjutnya penyempurnaan lokomotif tersebut dilakukan oleh George Stephenson. George Stephenson merubah merubah lokomotif tersebut menjadi lokomotif uap yang lebih efektif , memiliki daya yang lebih besar serta dapat menarik lebih banyak kereta.

Pada tahun 1925, kereta bermesin diesel untuk yang pertama mulai dioperasikan. Kereta bermesin diesel tersebut adalah hasil karya Rudolft Diesel. Kereta tersebut memiliki tenaga yang lebih besar dan sangat efisien bila dibandingkan dengan lokomotif uap.

Penemuan mesin diesel berbasis solar pada 1880-an menjadi tonggak sejarah penting bagi pengembangan kendaraan, yang dalam hal ini adalah mobil. Mesin diesel bikin bahan bakar yang digunakan pun jadi lebih efisien dan pergerakan mobil jadi lebih cepat.

Sekitar tahun 1890, Karl Benz dan Gottlieb Daimler membuat mobil untuk dijual ke khalyak umum. Perkembangan industri mobil dipelopori oleh Henry Ford, yang pertama kali melakukan produksi massal mobil “murah”.

B.  Transportasi  Air

Perkembangan transportasi air tidak lepas dari penemuan mesin uap oleh James Watt. James Watt telah menginspirasi Robert Fulton, yang membuat kapal uap pertama, dengan nama "Clermont". Penemuan kapal uap dapat memudahkan banyak orang menyeberangi lautan.

Selain kapal uap, ada pula kapal selam, yaitu kapal yang bergerak di bawah permukaan air yang umumnya untuk kepentingan militer. Sejarah kapal selam berawal sejak tahun 1500 masehi dan mulai muncul pada abad ke-19. Penemu kapal selam adalah Cornelis Drebbel. Kapal selam mulai terkenal sejak digunakan pada Perang Dunia I.

C.  Transportasi  Udara

Cikal bakal transportasi udara yang ada saat ini dimulai dari sebuah balon udara. Pada tahun 1782, Joseph dan Jacques Etienne berhasil menerbangkan balon udara setinggi 300 meter untuk pertama kali. Setahun setelah itu, Etienne bersaudara menaikkan bebek, domba, dan ayam ke balon udara yang berhasil terbang setinggi 500 meter. Balon udara kemudian berkembang hingga bisa membawa manusia sebagai penumpang.

Perkembangan transportasi udara berikutnya ditandai dengan penemuan pesawat terbang yang dijuluki sebagai “Kitty Hawk”. Kala itu, pada tahun 1903, Orville dan Wilbur Wright merancang mesin pesawat terbang. Hingga akhirnya, rancangan pesawat terbang mereka bisa berguna mengangkut manusia maupun barang dengan jarak yang jauh secara cepat.

Belum puas dengan mesin pesawat yang dirancang Wright bersaudara, tepat pada tahun 1905 seorang insinyur bernama Henri Conda dari Rumania mengembangkan mesin pesawat jet. Prinsip kerja mesin jet yang diterapkan pada pesawat adalah menghisap udara dari bagian depan mesin dan mengeluarkannya dengan laju tinggi dari bagian belakang mesin. Barulah pada abad ke-20, pesawat berukuran besar seperti Airbus dan Boeing mulai digunakan untuk penumpang.

Referensi:

https://www.utakatikotak.com/kongkow/detail/5177/Penemu-Kereta-Api-William-Murdoch

https://blog.ruangguru.com/sejarah-perkembangan-transportasi

 

 

Perkembangan Ekonomi Masa Demokrasi Terpimpin

 Adi Setiawan

 Pengertian Demokrasi Terpimpin : Ciri, Tujuan & latar Belakangnya

Sejak diberlakukannya kembali UUD 1945, dimulailah pelaksanaan ekonomi terpimpin, sebagai awal berlakunya herordering ekonomi. Dimana lat-alat produksi dan distribusi yang vital harus dimiliki dan dikuasai oleh Negara atau minimal di bawahpengawasan Negara. Kondisi ekonomi dan keuangan yang ditinggalkan dari masa demokasi liberal berusaha diperbaiki oleh Presiden Soekarno.

Kondisi ekonomi pada masa awal Demokrasi Terpimpin sangat terpuruk akibat pemberontakan-pemberontakan yang terjadi. Untuk mengatasi keadaan ekonomi pada masa ini, sistem ekonomi berjalan dengan sistem komando, di mana alat-alat produksi dan distribusi yang vital harus dimiliki dan dikuasai negara atau minimal di bawah pengawasan negara.

1. Pembentukan Dewan Perancang Nasional (Depernas) dan Badan Perancangan Pembangunan Nasional (Bappenas)

Upaya perbaikan perekonomian Indonesia dilakukan dengan pembentukan Dewan Perancang Nasional (Depernas) pada 15 Agustus 1959 yang dipimpin Mohammad Yamin Dapernas kemudian menyusun program kerjanya berupa pola pembangunan nasional yang disebut sebagai Pola Pembangunan Semesta Berencana dengan mempertimbangkan faktor pembiayaan dan waktu pelaksanaan pembangunan. Pola Pembangunan Semesta dan Berencana terdiri atas Blueprint tripola yaitu proyek pembangunan, pola penjelasan pembangunan dan pola pembiayaan pembangunan.

Pada tahun 1963, juga dibentuk Badan Perancangan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang dipimpin Presiden Soekarno sebagai pengganti Depernas. Tugas Bappenas adalah menyusun rencana pembangunan jangka panjang maupun pendek.

2. Penurunan nilai uang

Untuk membendung inflasi dan mengurangi jumlah uang yang beredar di masyarakat, pada tanggal 25 Agustus 1950 pemerintah mengumumkan penurunan nilai uang. Gimana sih penurunan nilai uang tersebut? Sebagai contoh, untuk uang kertas pecahan Rp500 nilainya akan berubah menjadi Rp50 begitu seterusnya. Selain itu, semua simpanan di bank yang melebihi Rp25.000 akan dibekukan.

3. Melaksanakan Deklarasi Ekonomi (Dekon)

Pada tanggal 28 Maret 1963 dikeluarkan landasan baru bagi perbaikan ekonomi secara menyeluruh yaitu Deklarasi Ekonomi (Dekon). Tujuan dibentuknya Dekon adalah untuk menciptakan ekonomi yang bersifat nasional, demokratis, dan bebas dari imperialisme. Meski begitu, dalam pelaksanaannya Dekon tidak mampu mengatasi kesulitan ekonomi dan masalah inflasi, Dekon justru mengakibatkan perekonomian Indonesia stagnan. Masalah perekonomian diatur atau dipegang oleh pemerintah sedangkan prinsip-prinsip dasar ekonomi banyak diabaikan.

4. Pembangunan Proyek Mercusuar

Keadaan perekonomian semakin buruk karena pembengkakan biaya proyek mercusuar. Proyek Mercusuar Soekarno adalah proyek pembangunan ibukota agar mendapat perhatian dari luar negeri. Untuk memfasilitasi Ganefo (Games of the New Emerging Forces) sebagai tandingan dari Olimpiade, pemerintah membangun proyek besar seperti gedung CONEFO yang sekarang dikenal sebagai DPR, MPR, DPD DKI Jakarta, Gelora Bung Karno, Hotel Indonesia, Jembatan Semanggi, pembangunan Monumen Nasional (Monas), dan pusat pertokoan Sarinah.

 

Referensi:

https://www.dosenpendidikan.co.id/sistem-ekonomi-di-masa-demokrasi-terpimpin/ 

https://blog.ruangguru.com/sejarah-kelas-12-kehidupan-indonesia-di-masa-demokrasi-terpimpin

Ketakutan terhadap Malaria di Oosthaven

              Malaria memberikan citra buruk bagi Oosthaven. Orang-orang menyadari bahaya yang akan                                         ...

Populer