Selasa, 12 Desember 2023

Memadukan Platform Google Drive Dengan Blog Sebagai Learning Management System (LMS) Dalam Pembelajaran Berdiferensiasi

 

Oleh:

Adi Setiawan, S.Pd., Gr.

Guru SMA Negeri 1 Sekampung

Lampung Timur

 

A.     Pendahuluan

Era digital memungkinkan dalam kegiatan pembelajaran untuk  memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Keberadaan teknologi telah mampu mengubah pelaksanaan pembelajaran yang lebih beragam dan menarik. Hal ini tentunya sangat membantu para guru dalam menyusun kegiatan pembelajaran, baik itu di kelas maupun di luar kelas. Bahkan keberadaan teknologi informasi dan komunikasi membuat kegiatan pembelajaran dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun.

Sebagai bagian dari implementasi kurikulum merdeka penggunaan teknologi dalam pembelajaran tentunya sangat selaras. Terlebih pada saat ini generasi muda sangat akrab dengan berbagai teknologi digital. Oleh karena itu pemenfaatan teknologi digital menjadi suatu hal yang tak patut untuk dijauhi. Terpenting guru dapat mengelola pembelajaran berbasis teknologi yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan murid.

Penggunaan teknologi dalam pembelajaran dapat dilaksanakan mulai dari tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Sebagai wujud dari penggunaan teknologi dalam pembelajaran adalah membangun Learning Management System (LMS). LMS adalah perangkat lunak yang dimanfaatkan untuk membuat, mendistribusikan dan menyampaikan konten pembelajaran.

Mengutip dari Inge Widya dan Rofi Wahanisa (2021:550) bahwa penggunaan Learning Management System (LMS) ini bertujuan untuk dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, sehingga dapat melakukan pembelajaran jarak jauh dengan mudah dan waktu dalam proses pembelajaran menjadi lebih efisien. Berbagai bentuk LMS banyak berkembang sejak adanya pandemic Covid-19. Walaupun pada saat ini pandemi telah berakhir namun penggunaan LMS masih sangat relevan dalam pembelajaran. Terutama dengan implementasi kurikulum merdeka yang salah satu bagiannya adalah pembelajaran berdiferensiasi, maka penggunaan LMS akan membantu.

Platform perangkat lunak yang gratis dan mudah diakses serta dapat dipadukan menjadi LMS adalah google drive dan blog. Keduanya tentunya sudah kita kenal sebagai media menyimpan data dan menyalurkan informasi. Oleh karena itu berdasarkan identifikasi pada masalah di atas, dapat diangkat judul penelitian memadukan platform google drive dengan blog sebagai Learning Management System (LMS) dalam pembelajaran berdiferensiasi.

 

B.      Landasan Teori

1.     Pengertian Google Drive

Google drive merupakan salah satu layanan penyimpanan (storage) yang dimiliki oleh Google, Inc sejak April 2012. Aplikasi ini berasal dari Google Docs yang memiliki kapasitas penyimpanan secara gratis sebesar 15 gigabyte (GB). Google drive dapat mudah diakses dimanapun, kapanpun dan menggunakan perangkat apapun untuk menyimpan file dalam bentuk foto, video, dokumen teks, spreadsheet dan presentasi (Rusmanto Maryanto dalam Agustinus Rio, 2018:92).

           Saat ini google drive menjadi perangkat yang sangat dibutuhkan dalam menyimpan dan membagikan data. Oleh karena itu menyimpan data pada google drive dapat memudahkan pemilik atau pengguna lain dimanapun dan kapanpun selama terkoneksi dengan jaringan internet. Akses pengguna ke perangkat google drive juga sangat mudah, bisa melalui ponsel atau desktop.

 

2.     Pengertian Blog

Blog adalah sebuah media informasi dan komunikasi yang dapat memuat tulisan atau artikel, gambar dan video. Menurut Sartono (2016:123) bahwa blog adalah media yang dapat digunakan oleh guru dan murid secara tidak terbatas. Pemanfaatan blog oleh guru dapat berupa dengan mengunggah bahan ajar, sementara itu murid dapat dengan mudah mengakses bahan ajar yang telah diunggah oleh guru.

           Penggunaan blog sebagai media pembelajaran sangat besar manfaatnya. Dengan keberadaan blog, sumber belajar murid menjadi beragam karena tidak hanya berupa buku teks saja. Akan tetapi guru dapat menyematkan tautan artikel, gambar dan video pada blog yang guru susun. Sehingga pembelajaran akan lebih beragam dan menarik.

 

3.     Pengertian Learning Management System (LMS)

Learning Management System (LMS) merupakan perangkat yang memiliki fungsi membuat dan menyampaikan materi pembelajaran melalui jejaring online. LMS dirancang dengan menggunakan LMS memberikan kemudahan bagi guru dalam merancang pembelajaran serta mendistribusikan materi kepada murid. Melalui pembelajaran berbasis LMS, guru dan murid dapat mengakses bahan ajar kapanpun dan dimanapun. Sisi lain dari penggunaan LMS adalah pembelajaran yang dilakukan lebih memiliki keragaman, artinya pembelajaran bukan sekedar bersumber pada guru dan buku teks saja.

 

4.     Pengertian Pembelajaran Berdiferensiasi

Pembelajaran berdiferensiasi adalah teknik pembelajaran dirancang oleh guru dengan menerapkan berbagai sumber belajar dan metode pembelajaran. Pembelajaran berdiferensiasi didasarkan pada kebutuhan murid, adapun kebutuhan murid itu dapat dilihat dari gaya belajar, minat dan pemahaman murid terhadap materi pembelajaran. Untuk itu pembelajran berdiferensiasi yang dilakukan oleh guru dapat berupa berdiferensiasi konten, proses, produk dan lingkungan belajar.

 

C.     Hasil dan Pembahasan

Memadukan platform google drive dengan blog sebagai Learning Management System (LMS) dalam pembelajaran berdiferensiasi tentunya sejalan dengan implementasi kurikulum merdeka. Pada kurikulum merdeka guru didorong untuk dapat berkreasi dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran. Pembelajaran yang dapat dilaksanakan dalam kurikulum merdeka mengupayakan pembelajaran dapat mengakomodir minat dan bakat murid. Pembelajaran dalam kurikulum merdeka memberikan kemerdekaan bagi guru untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan minat dan bakat murid.

Pada pembalajaran di dalam kurikulum merdeka seorang guru dapat berkreasi dengan memberikan keragaman konten belajar. Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran kurikulum merdeka juga menjadi bagian yang tak dapat dipisahkan. Adapun teknologi informasi dan komunikasi yang dapat diaplikasikan pada pembelajaran berdiferensiasi adalah platform google drive dan blog. Dua perangkat lunak tersebut dapat dirancang menjadi bagian dalam pembelajaran berbasis digital.

Adapun langkah-langkah yang perlu dilakukan guru untuk dapat memadukan platform google drive dengan blog pada pembelajaran berdiferensiasi adalah sebagai berikut:

1.     Tahap Perencanaan

-       Guru merancang modul ajar.

-       Guru membuat bahan ajar/gambar/video pembelajaran yang kemudian diupload pada google drive.

-       Guru membuat instrumen evaluasi melalui google form yang ada pada google drive.

-       Link atau tautan bahan ajar/gambar/video pembelajaran dan instrument evaluasi yang ada pada google drive  kemudian disalin. Tautan yang tersalin kemudian diunggah pada blog yang telah disiapkan guru.

 

2.     Tahap Pelaksanaan

-       Pada saat kegiataan pembelajaran guru meminta kepada murid untuk mengakses halaman blog yang telah dirancang guru.

-       Guru mengarahkan murid untuk mengklik materi ajar yang akan dibahas pada pertemuan ini.

-       Murid diminta untuk menyimak konten pembelajaran, mereka dapat memilih bahan ajar/gambar/video pembelajaran.

-       Pembelajaran dilanjutkan dengan diskusi dan presentasi.

 

3.     Tahap Evaluasi

-       Pembelajaran dilanjutkan dengan evaluasi, murid diminta guru untuk kembali mengakses blog untuk mengerjakan soal evaluasi.

-       Guru kemudian memeriksa hasil evaluasi murid dengan mengunduh spreadsheet.

 

Memadukan google drive dengan blog memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Adapun kelebihan yang dapat dirasakan guru dan murid adalah:

1.     Pembelajaran menjadi lebih efisien dan fleksibel karena sumber belajar telah tersedia dalam blog.

2.     Pembelajaran mengakomodir minat dan bakat murid.

3.     Menjadikan pembelajaran lebih interaktif.

4.     Memudahkan guru dan murid dalam kegiatan evaluasi.

5.     Guru lebih dapat berkreasi dalam merancang dan mempublikan pembelajaran seperti teks, gambar, audio dan video (Mulyo Wiharto, 2017:67).

 

D.     Penutup

Berdasarkan pembahasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa memadukan google drive dengan blog sangat mendukung pembelajaran berdiferensiasi. Hal itu karena guru dapat menyajikan beragam konten pembelajaran. Oleh karena itu murid dapat memilih konten pembelajaran yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Selain itu penggunaan dua perangkat lunak tersebut sekaligus mengakomodir pembelajaran digital. Sehingga pembelajaran tidak monoton dengan metode konvensional. Melalui google drive dan blog pembelajaran lebih interaktif. Murid dapat belajar dari sumber belajar yang berbeda-beda. Hal itulah yang membuat pembelajaran lebih efesien, bahkan pembelajaran dapat mudah diakses oleh murid kapapun dan dimanapun tanpa tergantung dengan keberadaan guru.

 

E.      Daftar Pustaka

Rio, Agustinus. 2018. Jurnal Digital Teknologi Informasi. Efektivitas Penggunaan Google Drive Sebagai Media Penyimpanan Di Kalangan Mahasiswa. Vol. 1 No. 2: 91-97.

 

Sartono. 2016. Transformatika. Pemanfaatan Blog Sebagai Media Pembelajaran Alternatif di Sekolah. Vol. 12. No. 1: 120:134.

 

Widya, Inge dan Rofi Wahanisa. 2021. Seminar Nasional Hukum Universitas Negeri Semarang. Pemanfaatan Teknologi Learning Management System (LMS) di Unnes Masa Pandemi Covid-19. Vol 7 No 2: 547-560.

 

Wiharto, Mulyo. 2017. Efektivitas Penggunaan Blog dalam Pembelajaran. Forum Ilmiah Vol 4 No 1: 65-74.

 

 

Rabu, 22 November 2023

Kisi-kisi Penilaian Akhir Semester Ganjil T.P 2023/2024

 Kisi-kisi Sejarah Indonesia Kelas XII

1.     Menganalisis terjadinya peristiwa PRRI/Permesta
Menganalisis terjadinya konflik dan disintegrasi antara tahun 1945-1965
Menganalisis terjadinya peristiwa DI/TII
Menganalisis peranan tokoh-tokoh pendukung kemerdekaan Indonesia
Menganalisis peranan tokoh-tokoh pendukung kemerdekaan Indonesia
Menganalisis nilai-nilai kepahlawanan
Menganalisis kondisi politik di awal kemerdekaan Indonesia
Menganalisis kondisi ekonomi di awal kemerdekaan Indonesia
Menganalisis kebijakan ekonomi di awal kemerdekaan Indonesia
Menganalisis kebijakan politik Kabinet Sukiman
Menganalisis pelaksanaan Konferensi Meja Bundar (KMB)
Menganalisis kebijakan ekonomi masa demokrasi liberal
Menganalisis awal-mula lahirnya demokrasi terpimpin
Menganalisis awal-mula lahirnya demokrasi terpimpin
Menganalisis kondisi politik luar negeri masa demokrasi terpimpin
Menganalisis kondisi ekonomi masa demokrasi terpimpin
Menganalisis peristiwa konfrontasi Indonesia-Malaysia
Menganalisis kondisi ekonomi masa demokrasi terpimpin
Menganalisis awal mula lahirnya orde baru
Menganalisis garis politik luar negeri masa orde baru
Menganalisis tatanan politik masa orde baru
Menganalisis garis politik luar negeri masa orde baru
Menganalisis tatanan politik masa orde baru
Menganalisis peristiwa DI/TII
Menganalisis peristiwa PKI Madiun 1948
Menganalisis peristiwa RMS
Menganalisis peristiwa PRRI/Permesta
Menganalisis peristiwa G 30 S/PKI
Menganalisis Dekrit Presiden 1959
Menganalisis peristiwa konfrontasi Indonesia-Malaysia
Menganalisis upaya perebutan Irian Barat
Menganalisis kondisi ekonomi masa demokrasi terpimpin
Menganalisis kondisi ekonomi masa demokrasi terpimpin
Menganalisis peran pelajar dan mahasiswa di akhir pemerintahan orde lama
Menganalisis program P4
Menganalisis integrasi Timor Timur dengan Indonesia
Menganalisis pelaksanaan Repelita I-V
Menganalisis kondisi Pendidikan masa orde baru
Menganalisis perkembangan partai politik masa awal kemerdekaan
Menganalisis sistem sentralisasi masa orde baru

 Ksi-kisi Sejarah Indonesia Kelas XI

            Menganalisis ciri-ciri perlawanan sebelum abad 19 atau sebelum tahun 1908

Menganalisis ciri-ciri perlawanan sebelum abad 19 atau sebelum tahun 1908

Menganalisis ciri-ciri perlawanan sebelum abad 19 atau sebelum tahun 1908

Menganalisis organisasi pergerakan nasional yang bersifat non kooperatif

Menganalisis faktor eksternal dan internal nasionalisme Indonesia

Menganalisis faktor eksternal dan internal nasionalisme Indonesia

Menganalisis faktor eksternal dan internal nasionalisme Indonesia

Menganalisis ciri-ciri perlawanan setelah tahun 1908

Menganalisis peristiwa sumpah pemuda

Menganalisis organisasi Indische Partij

Menganalisis tokoh-tokoh pergerakan nasional

Menganalisis organisasi Taman Siswa

Menganalisis Sarekat Islam

Menganalisis terjadinya Perang Paderi

Menganalisis terjadinya Perang Paderi

Menganalisis tokoh-tokoh dalam perang aceh

Menjelaskan system kolonialisme dan imperealisme

Menjelaskan factor-faktor lahirnya penjelajahan samudera

Menjelaskan factor-faktor lahirnya penjelajahan samudera

Menjelaskan factor-faktor lahirnya penjelajahan samudera

Menganalisis perkembangan VOC

Menganalisis pemerintahan H.W Daendels

Menganalisis jalannya perang diponegoro

Menganalisis perkembangan nasionalisme Indonesia

Menganalisis organisasi Budi Utomo

Menjelaskan kongres pemuda I

Menganalisis perkembangan nasionalisme Indonesia

Menganalisis Sarekat Islam

Menganalisis PKI

Menganalisis perkembangan pers masa pergerkan nasional

Menganalisis organisasi Perempuan

Menganalisis organisasi Perhimpunan Pelajar Indonesia

Menganalisis organisasi Muhammadiyah

Menganalisis organisasi INS Kayu Tanam

Menganalisis politik etis

Menganalisis Budi Utomo

Menganalisis organisasi kooperatif dan non kooperatif

Menganalisis organisasi kooperatif dan non kooperatif

Menganalisis peranan Perempuan masa pergerakan nasional

Menganalisis GAPI

si-kisi Sejarah Indonesia Kelas X

Menganalisis Langkah-langkah penelitian sejarah

Menganalisis ciri-ciri ilmu sejarah

Menganalisis konsep waktu di dalam sejarah

Menganalisis konsep perubahan dan keberlanjutan

Menganalisis konsep diakronik dan sinkronik

Menganalisis konsep ruang dalam sejarah

Menganalisis perkembangan historiografi tradisional, kolonial dan modern

Menganalisis konsep manusia, ruang dan waktu di dalam sejarah

Menganalisis perkembangan historiografi tradisional, colonial dan modern

Menganalisis berbagai teori asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia

Menganalisis konsep manusia, ruang dan waktu di dalam sejarah

Menganalisis persebaran nenek moyang bangsa Indonesia

Menganalisis persebaran nenek moyang bangsa Indonesia

Menganalisis berbagai teori asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia

Menganalisis bentuk kepercayaan Masyarakat pra-aksara

Menganalisis pembentukan jalur rempah masa pra-aksara

Menganalisis sumber-sumber sejarah

Menganalisis sumber-sumber sejarah

Menganalisis ciri-ciri ilmu sejarah

Menganalisis manfaat memperlajari sejarah

Menganalisis jenis-jenis manusia pra-aksara di Indonesia

Menganalisis hasil kebudayaan logam di Indonesia

Menganalisis hasil budaya zaman megalitikum

Menganalisis hasil budaya zaman batu

Menganalisis manfaat memperlajari sejarah

Menganalisis hasil-hasil budaya zaman mesolitikum

Menganalisis corak kehidupan masa pra-aksara

Menganalisis corak kehidupan masa pra-aksara

Menganalisis corak kehidupan masa pra-aksara

Menganalisis corak kehidupan masa pra-aksara

Menganalisis berbagai teori asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia

Menganalisis jenis-jenis manusia pra-aksara di Indonesia

Menjelaskan masa pra-aksara

Menjelaskan masa pra-aksara

Menganalisis sumber-sumber sejarah

Menganalisis sumber-sumber sejarah

Menganalisis perkembangan historiografi Indonesia

Menganalisis ilmu-ilmu bantu sejarah

Menganalisis konsep diakronik dan sinkronik

Menganalisis konsep diakronik dan sinkronik


Kamis, 02 November 2023

Angon; Aktivitas yang Kian Hilang

 Oleh: Adi Setiawan I 02 November 2023


 Penggembala Kambing (Sumber: Kompasiana.com)


Aku adalah anak gembala

Selalu riang serta gembira

Karena aku senang bekerja

Tak pernah malas atau pun lengah

....


Masih ingatkah pembaca dengan lagu kanak-kanak yang dinyanyikan oleh Tasya Kamila di atas? Iya lagu di atas berjudul Aku Anak Gembala yang popular dinyanyikan di tahun 1990an hingga awal 2000an. Lagu yang diciptakan oleh A.T Mahmud itu menggambarkan sebuah aktivitas menggembala ternak di padang rumput yang subur.

Mendengarkan lagu Aku Anak Gembala tentunya membawa kita mengingat kembali aktivitas penggembalaan ternak yang banyak dilakukan di desa-desa. Menggembala atau dalam bahasa Jawa disebut angon adalah pekerjaan yang biasa dilakukan di tanah lapang atau sawah yang ditumbuhi rerumputan. Adapun hewan ternak yang biasa diangon adalah kerbau, sapi, domba, dan kambing.

Mengutip dari laman p2k.unimus.ac.id bahwa menggembala merupakan salah satu pekerjaan tertua di dunia yang sudah dilakukan orang di Asia Kecil sekitar 6 ribu tahun lalu. Domba diternakkan bagi diambil susu, daging, dan bulunya bagi menjadi wol. Zaman berikutnya, domba sebagai binatang ternak dan pekerjaan menggembala sudah menyebar ke seluruh wilayah Eurasia.

Dalam sejarah peradaban Islam tercatat bahwa nabi-nabi maupun tokoh-tokoh besar Islam di masa lalu juga pernah menjalani aktivitas menggembala atau angon ini. Selain itu tercatat pula dalam sejarah bahwa kebesaran tokoh-tokoh dari Kekaisaran Mongol yang pernah menaklukan benua Asia awalnya mereka juga adalah para penggembala.

Di Indonesia sendiri kegiatan penggembala ternak bukan hal yang asing pula. Daerah-daerah di Indonesia timur seperti Sumbawa menggembala ternak kuda adalah bagian dari kehidupan sehari-hari.

Aktivitas menggembala atau angon menjadi bagian yang erat dilakukan oleh usia anak-anak dan remaja di desa-desa pada dekade sebelum tahun 2000an. Angon biasa mereka lakukan pada waktu sore hari hingga menjelang magrib tiba. Kegiatan angon ini biasanya dilakukan secara bersama-sama. Tak jarang muncul rasa gembira karena senda gurau sembari mereka bertugas menjaga ternak.

Oleh karena itu, kegiatan angon jika kita telisik tentu bukan hanya sekedar kegiatan menggembala ternak semata. Ada nilai-nilai yang arif dari kegiatan angon ini. Adapun nilai-nilai yang terkandung dalam angon yaitu:

Tanggung Jawab

Kegiatan angon sejatinya adalah aktivitas yang ditujukan menjaga ternak-ternak yang sedang digembalakan. Selama angon ini, penggembala wajib untuk memastikan ternak-ternak meraka aman dan terjaga dari hal-hal yang buruk. Maka setiap penggembala harus cermat dalam mengawasi ternak-ternak yang digembalakan. Maka rasa tanggung jawab yang besar tentu akan berpengaruh juga dalam kegiatan angon ini.

Kebersamaan

Angon yang dilakukan secara bersama-sama menjadi sarana menjalin rasa persaudaraan dan kekeluargaan. Sembari penggembala melakukan angon, kadang kala mereka juga melakukan senda gurau bersama. Kadang pula dalam aktivitas angon ini timbul bincang-bincang yang menggembirakan. Rasa kebersamaan juga timbul apabila ditemui masalah dalam menggembala, biasanya penggembala lain akan turut membantu menyelesaikan masalah itu. Oleh karena itu rasa kebersamaan dapat tumbuh dari aktivitas angon ini.

Kerja Keras

Kerja keras adalah kunci utama dalam menjalankan pekerjaan agar dapat mendapatkan hasil yang memuaskan. Begitupun dalam angon, sikap kerja keras wajib dimiliki oleh para penggembala. Tanpa adanya kerja keras tentu akan sulit bagi penggembala dalam mengatur hewan-hewan ternaknya.

Sabar

Sifat sabar tentunya mudah diucapkan tapi sangat sulit dilakukan. Kegiatan menggembala terlebih dengan jumlah ternak yang banyak tentunya sangat diperlukan rasa sabar. Mengatur ternak dari kandang menuju penggembalaan hingga kembali lagi masuk kandang tentunya sangat merepotkan. Maka hal itu dapat melatih kesabaran penggembala.

Berwirausaha

Tak kalah penting, kegiatan angon melatih jiwa berwirausaha pula. Angon dapat menjadi profesi yang menjanjikan jika digeluti dengan sungguh-sungguh. Kebutuhan daging yang terus meningkat menjadi potensi yang menguntungkan. Maka angon juga memiliki pengaruh dalam bidang ekonomi Masyarakat.

Demikianlah artikel singkat tentang angon ini, semoga dapat mengingatkan kembali pada aktivitas yang marak dilakukan tempo dulu. Harapannya walaupun generasi saat ini tidak ada yang menjadi penggembala, namun nilai-nilai arif dari kegiatan menggembala semoga dapat diteladani guna menjadi generasi yang berkarakter mulia.

Senin, 28 Agustus 2023

Ulangan Harian XI IPA-IPS

 



Petunjuk Mengerjakan

  1. Mulailah dengan berdoa.
  2. Kerjakan dengan jujur.
  3. Kerjakan semua soal dengan benar

Link Soal:

Ulangan Harian 1 Kolonialisme dan Imperealisme Eropa

Minggu, 27 Agustus 2023

Ulangan Harian XII IPA



Petunjuk Mengerjakan

  1. Mulailah dengan berdoa.
  2. Kerjakan dengan jujur.
  3. Kerjakan semua soal dengan benar

Link Soal:

Ulangan Harian 1 Ancaman Menghadapi Disintegasi Bangsa

Kedatangan Bangsa Eropa ke Indonesia

 

Kedatangan Belanda di Banten



1.Latar Belakang Kedatangan Bangsa Barat Ke Indonesia

Ø Dominasi Gereja Katholik Eropa Terhadap Aspek Kehidupan

Pada rentang waktu akhir abad ke-4 sampai dengan awal abad ke-15, Eropa mengalami Zaman Kegelapan (Dark Ages), masa ketika gereja memiliki kekuasaan yang tidak tebatas, tidak hanya dalam urusan keagamaan, tetapi juga dalam sisi kehidupan lainnya seperti, ilmu pengetahuan, urusan kenegaraan dan teori-teori tentang alam. Hal ini membuat masyarakat Eropa patuh akan kebijakan gereja dan tidak ada inisiatif kearah kemajuan. Pada abad ke 15 Eropa memasuki fase baru, yang disebut Renaissance (kelahiran kembali budaya Yunani dan Romawi Kuno), yang kemudian mengilhami munculnya penemuan-penemuan baru.

 

Ø Penemuan-Penemuan Baru pada Masa Renaissance

Abad Renaissance ditandai dengan bermunculan sejumlah ilmuwan dan filsuf yang menentang doktrin gereja terutama tentang ilmu bumi. Beberapa penemuan tersbut adalah seagai berikut : penemuan mesin cetak oleh Johan Gutenberg yang memiliki kelebihan mencetak buku secara cepat dan efisien, penemuan teori heliosentris (matahari sebagai pusat tata surya) oleh Nicolaus Copernicus. Teori heliosentris ini menentang teori lama yang didukung oleh gereja yakni teori geosentris (bumi sebagai pusat tata surya) dan  teori geosentris menyatakan bahwa bumi berbentuk datar. Teori heliosentris ini juga mengatakan bahwa bumi ini bulat seperti bola, sehingga nantinya akan memotivasi para pelaut Eropa untuk melakukan pelayaran dan penjelajahan samaudera untuk membuktikan apakah bumi benar-benar bulat.

 

Ø Jatuhnya Konstantinopel Ke Tangan Turki Utsmani Tahun 1453

Pada tahun 1453, Sultan Muhammad II (Muhammad Al-Fatih) berhasil merebut Konstantinopel dari Kekaisaran Romawi Timur. Bagi bangsa Eropa Konstantinopel adalah pusat perdagangan rempah-rempah di Eropa. Setelah dikuasai Turki Utsmani, bangsa Eropa tidak bebas membeli rempah-rempah di Konstantinopel. Hal ini memicu bangsa Eropa untuk melakukan pelayaran demi mencari tempat penghasil rempah-rempah.

 

Ø Semangat 3G

Semangat 3G yaitu Gold (mencari kekayaan), Glory (mencari kejayaan) dan Gospel (menyebarkan agama Nasrani/Kristen).

 

Ø Penemuan Teknologi

Teknologi tersebut seperti kompas, peta, mesiu, sistem perkapalan, dan ilmu navigasi.

 

2.Penjelajahan Samudera Dan Kedatangan Bangsa Barat Di Indonesia


Ø Bangsa Portugis

· Bartholomeus Diaz

Ia berhasil menyusuri Pantai Barat Afrika dan sampai di Tanjung Harapan (Cafe of A Good Hope) tahun 1486.

· Vasco De Gama

Tahun 1498, ia dan rombongan berhasil mendarat di Kalikut, Goa, India. Dan mendirikan kantor dagang Portugis pertama di Asia.

· Alfonso De Albuquerque

Tahun 1511 ia berhasil menguasai Malaka dan 1512 berhasil sampai di Maluku.

 

Ø Bangsa Spanyol

· Cristoper Colombus

Tahun 1492, Colombus berlayar dengan kapal Nina, Pinta dan Santa Maria. Ia berhasil sampai di benua Amerika.

· Ferdinand Magellhaens

Pada tahun 1521 ia dan rombongan berhasil sampai di Filipina. Namun ia tewas ditangan suku Mactan di Pulau Cebu. Pelayaran kemudian dilanjutkan oleh Sebastian Del Cano dan berhasil sampai di Maluku pada 1522.


Ø Bangsa Belanda

· Barentz

Ia mencoba berlayar ke Asia melalui Kutub Utara. Namun karena terhalang es yang membeku, ia memtuskan pulang. Namun dalam perjalanan ia tewas.

· Cornelis de Houtman

Pada 1595 ia dan rombongan berangkat dari Belanda, tahun 1596 berhasil sampai di Banten. Namun mereka diusir dari Banten karena sikapnya yang sewenang-wenang kepada penduduk.

· Abel Tasman

Tahun 1642 ia berhasil samapai di Pulau Tasmania, sebelah selatan Benua Australia

 

Ø Bangsa Inggris

· Pilgrim Fathers, tahun 1607 berhasil samapi di Amerika Utara.

· James Lancester, tahun 1602 berhasil sampai di Aceh dan Banten.

· Henry Middleton, tahun 1604 berhasil sampai di Maluku.

· William Dampier, tahun 1688 berhasil sampai di Benua Australia.

· James Cook, 1770 berhasil sampai di Selandia Baru dan Australia.

 

3. Hubungan Paham Rasionalisme, Merkantilisme, Revolusi Industri dan Kapitalisme Dengan Kolonialisme Bangsa Eropa

Kolonialisme adalah suatu bentuk penguasaan atau penjajahan yang dilakukan oleh suatu negara terhadap bangsa lain dalam rangka memperluas kekuasaannya. Munculnya paham-paham baru juga menjadi alasan utama berkembangnya kolonialisme  Eropa. Paham-paham tersebut :

a.    Rasionalisme

Adalah suatu paham yang menganggap segala sesuatu itu benar jika sesuai dengan akal pikiran. Hal inilah yang mendorong bangsa Eropa untuk menentang dogma gereja masa itu. Tokohnya adalah Montesque, J.J Rousseau.


b.    Merkantilisme

Merkantilisme dapat diartikan suatu kebijaksanaan politik ekonomi suatu negara dengan mengumpulkan sebanyak-banyaknya kekayaan berupa logam mulia. Ciri-ciri merkantilisme adalah negara adalah satu-satunya penguasa ekonomi dan mendapatkan sebanyak-banyak logam mulia adalah tujuan utama. Hal ini mendorong bangsa Eropa bersaing mencari daerah baru yang kaya dengan logam mulia.


c.    Revolusi Industri

Adalah perubahan dari tenaga manusia dan hewan kepada penggunaan mesin. Terjadi di Inggris karena kekayaan sumberdaya alam danadanya penemuan-penemuan teknologi seperti mesin uap oleh James Watt (1769). Dampak revolusi industri adalah proses produksi yang semakin cepat sehingga barang yang dihasilkan juga semakin banyak. Hal ini akan memaksa inggris untuk mencari daerah pemasaran baru.


d.    Kapitalisme

Adalah sistem ekonomi di mana modal dan alat-alat produksi dikuasai perseorangan. Kapitalisme juga berpengaruh terhadap kolonialisme karena para pemilik modal berusaha mencari daerah baru untuk menanamkan modalnya.

 

4. Perkembangan Kolonialisme Di Indonesia


a. Kolonialisme Bangsa Portugis


Mengingat tujuan utama Portugi adalah menguasai perdagangan rempah-rempah maka pada tahun 1511, Alfonso de Albuqueraue berhasil menguasai Malaka (bandar rempah-rempah di Asia Tenggara). Portugis berhasil sampai di Maluku  pada 1512. Maluku akhirnya dapat dikuasai setelah Portugis berhasil ikut campur dalam perselisihan antara Ternate dan Tidore. Portugis bersekutu dengan Ternate untuk melawan Tidore yang bersekutu dengan Spanyol. Peperangan dimenangkan Portugis-Ternate. Kemenangan itu memberikan keutungan Portugis yaitu diberikannya hak monopoli perdagangan rempah-rempah di Maluku dan Spanyol berhasil diusir dari Maluku. Dalam perdagangan di Maluku Portugis juga menyebarkan agama Kristen Khatolik. Seorang penyebar yang terkenal adalah Fransisikus Xaverius.


b. Kolonialisme Bangsa Spanyol

Pada tahun 1521 Spanyol berhasil mendarat di Maluku. Dikarenakan wilayah Ternate dikuasai oleh Portugis, maka Spanyol memilih Tidore sebagai tempat untuk berlabuh. Mereka disambut dengan baik oleh sultan Tidore yang saat itu sedang membutuhkan bantuan untuk menghadapi Ternate yang dibantu oleh Portugis. Bagi Portugis, kedatangan Spanyol menimbulkan ancaman sebagai pesaing dalam perdagangan rempah-rempah. Oleh karena itu, terjadilah persaingan tidak sehat di antara keduanya yang menjurus pada peperangan. Selain itu, antara Ternate dan Tidore pun sedang terjadi pertentangan. Pertempuran tidak dapat dihindarkan lagi, Spanyol bersama dengan Tidore menyerang Portugis yang bersekutu dengan Ternate. Pertempuran ini berakhir setelah diadakannya Perjanjian Saragosa di Spanyol pada tahun 1592. Untuk selanjutnya, bangsa Spanyol (Ispanya) membuka koloni-koloni mereka di Kepulauan Filipina dengan Manila sebagai pusatnya.


Soal Sumatif

1. Apa penyebab utama bangsa Eropa melakukan penjelajahan samudera pada abad ke-15?

A. Mencari kekayaan, kejayaan, dan menyebarkan agama Kristen

B. Menyebarkan ideologi sosialisme

C. Mencari aliansi politik dengan Asia

D. Menghindari konflik internal di Eropa

E. Memperluas kekuasaan militer

2. Siapa penemu teori heliosentris yang menentang teori geosentris gereja?

A. Isaac Newton

B. Johannes Kepler

C. Nicolaus Copernicus

D. Galileo Galilei

E. Albert Einstein

3. Apa yang menyebabkan bangsa Eropa tidak bisa membeli rempah-rempah dari Konstantinopel setelah tahun 1453?

A. Perang Dunia I

B. Penemuan mesin cetak

C. Jatuhnya Konstantinopel ke tangan Turki Utsmani

D. Penemuan teori heliosentris

E. Penyebaran agama Kristen

4. Apa yang dimaksud dengan semangat 3G dalam konteks penjelajahan bangsa Barat?

A. Gold, Glory, Gospel

B. Gold, Green, Growth

C. Gold, Gain, God

D. Glory, Gold, God

E. Glory, Gain, Gospel

5. Siapa penjelajah Portugis yang berhasil mendirikan kantor dagang Portugis pertama di Asia?

A. Bartholomeus Diaz

B. Vasco de Gama

C. Ferdinand Magellan

D. Cristopher Columbus

E. Cornelis de Houtman

6. Pada tahun berapakah Bartholomeus Diaz berhasil menyusuri Pantai Barat Afrika dan mencapai Tanjung Harapan?

A. 1486

B. 1492

C. 1511

D. 1521

E. 1595

7. Apa tujuan utama dari kebijakan merkantilisme yang diterapkan oleh negara-negara Eropa?

A. Menyebarkan agama Kristen

B. Mengumpulkan logam mulia sebanyak mungkin

C. Mengembangkan teknologi industri

D. Mengurangi ketergantungan terhadap koloni

E. Menjalin aliansi politik dengan negara lain

8. Apa dampak utama dari Revolusi Industri terhadap kebutuhan pasar global?

A. Meningkatnya permintaan untuk barang-barang buatan tangan

B. Penurunan kebutuhan terhadap teknologi baru

C. Percepatan produksi dan kebutuhan akan daerah pemasaran baru

D. Berkurangnya jumlah barang yang diproduksi

E. Penurunan persaingan di pasar global

9. Siapa yang memimpin penjelajahan ke Filipina pada tahun 1521 dan kemudian tewas di tangan suku Mactan?

A. Vasco de Gama

B. Cristopher Columbus

C. Ferdinand Magellan

D. Abel Tasman

E. Cornelis de Houtman

10. Apa hasil dari Perjanjian Saragosa yang diadakan pada tahun 1592?

A. Pengakuan hak monopoli Portugis di Maluku

B. Penghentian persaingan antara Spanyol dan Portugis di Maluku

C. Perjanjian damai antara Inggris dan Belanda

D. Pengakuan Spanyol atas kekuasaan Portugis di Filipina

E. Pembagian kekuasaan antara Spanyol dan Portugis di Asia Tenggara

 


Ketakutan terhadap Malaria di Oosthaven

              Malaria memberikan citra buruk bagi Oosthaven. Orang-orang menyadari bahaya yang akan                                         ...

Populer